Material Center Purbalingga, Senjata Baru Kemenperin Dorong IKM Otomotif Masuk Pasar Dunia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 06:05 WIB
Foto Ilustrasi - Kemenperin berkomitmen memperkuat IKM otomotif lewat Material Center Purbalingga.  (Unsplash @lennykuhne)
Foto Ilustrasi - Kemenperin berkomitmen memperkuat IKM otomotif lewat Material Center Purbalingga. (Unsplash @lennykuhne)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya memperkuat industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif agar lebih mudah menembus pasar global.

Salah satu langkah strategis adalah pembangunan Material Center di Purbalingga, Jawa Tengah, yang berfungsi sebagai pusat penyediaan bahan baku logam dengan harga kompetitif dan kualitas terjamin.

Baca Juga: Gen-Z Wajib Tahu, Ini 5 Jenis Investasi Aman untuk Pemula, Bahkan Mulai Rp100 Ribu Pun Bisa

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ketersediaan bahan baku berstandar industri menjadi kunci agar IKM dapat tumbuh dan bersaing.

“Melalui upaya ini, kami optimistis IKM alat angkut akan lebih produktif, efisien, dan siap masuk dalam jaringan industri otomotif nasional maupun global,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Material Center yang dikelola UPTD Pengembangan Industri Logam (PILOG) ini menjadi pintu masuk penting agar IKM tidak lagi kesulitan memperoleh bahan logam.

Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menilai keberadaan fasilitas tersebut akan menjaga kesinambungan rantai pasok otomotif.

Baca Juga: Gen-Z Wajib Tahu, Begini Pentingnya Dana Darurat dan Cara Menyiapkannya

“Kehadiran Material Center di Purbalingga adalah langkah penting untuk menopang ekosistem industri otomotif dalam negeri,” jelasnya.

Ekspor Otomotif Terus Tumbuh

Dorongan ini sejalan dengan kinerja ekspor otomotif Indonesia yang terus meningkat.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat, sepanjang Januari–Juli 2025 ekspor kendaraan roda dua tembus 5,19 juta unit CBU dan CKD, ditambah 75,7 juta unit part by part.

“Capaian ini membuktikan produk otomotif Indonesia, termasuk komponen dari IKM, semakin diminati pasar global,” ujar Reni.

Untuk mendukung operasional, Kemenperin telah bekerja sama dengan sejumlah pemasok logam nasional.

Pengiriman perdana sekitar 8 ton material dilakukan pada 20 Agustus 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X