PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Buat Gen-Z, istilah dana darurat mungkin sudah sering terdengar.
Tapi, jujur aja, masih banyak yang menganggapnya sekadar teori finansial yang ribet.
Padahal, dana darurat ini bisa jadi penyelamat dompet ketika hal-hal tak terduga datang.
Pertanyaannya, apa itu dana darurat?
Sederhananya, dana darurat adalah tabungan khusus yang hanya dipakai saat situasi mendesak.
Contoh kondisi darurat:
-
Kehilangan pekerjaan atau telat gajian
-
Sakit atau kecelakaan yang butuh biaya medis cepat
-
Laptop rusak padahal harus dipakai kerja
-
Motor mogok mendadak di tengah bulan
Beda dengan tabungan biasa, dana darurat tidak boleh dipakai buat belanja online, nongkrong, atau konser.
Berapa banyak dana darurat yang harus disiapkan? Besarnya tergantung kondisi hidup:
-
Gen-Z masih kuliah/lajang → minimal 3x pengeluaran bulanan
-
Gen-Z sudah bekerja & hidup mandiri → 3–6x pengeluaran bulanan
-
Gen-Z sudah berkeluarga → idealnya 6–12x pengeluaran bulanan
Contoh: kalau pengeluaranmu Rp3 juta per bulan, maka target dana darurat = Rp9–18 juta.
Artikel Terkait
Fatwa MUI Serukan Boikot Produk Israel, Begini Dampaknya Bagi Investasi Menurut Bahlil Lahadalia
Investasi Syariah di Rusia: Peluang Baru untuk Bisnis dari Negara-negara Timur Tengah dan Asia Tenggara
Cerdas! Begini Taktik Investasi Bitcoin Pendiri MicroStrategy Michael Saylor Bawa Keuntungan 400 Juta Dolar Amerika Serikat
Prabowo Subianto: Investasi pada Anak-anak Indonesia Melalui Program Makan Siang dan Susu Gratis
Prabowo Raih Investasi Rp 157 Triliun di Tiongkok, Ini Poin Penting Hasil Kunjungan Presiden RI
Investasi Syariah Aman dan Mudah, Begini Panduan Membeli Sukuk Tabungan ST013 Melalui BRImo