Ini 6 Tips dari Dirut BRI Sunarso untuk Penentu Keberlanjutan Industri Perbankan Indonesia, di antaranya ESG

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 30 Januari 2023 | 08:15 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso (BRI)
Direktur Utama BRI Sunarso (BRI)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI Komisi XI Jakarta, Selasa 24 Januari 2023, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Sunarso, menyebutkan terdapat beberapa hal yang akan mempengaruhi industri perbankan nasional ke depan.

Sunarso menyebutkan, mulai dari bonus demografi, praktik ESG hingga keberadaan financial technology (fintech).

BACA JUGA: Terlalu Banyak Konsumsi Lemak, Ini Lima 5 Tandanya yang Kamu Harus Tahu

BACA JUGA: Tugas Ketua KPPS Pemilu 2024 Beserta Wewenang Kewajiban Sesuai PKPU Nomor 8 Tahun 2022

Sunarso menjelaskan, yang pertama adalah bonus demografi penduduk, “Jadi tren jumlah penduduk usia produktif akan meningkat mencapai 64 persen pada tahun 2030 nanti, ini sudah barang tentu adalah hal yang positif,” imbuhnya.

Kemudian yang kedua adalah perubahan perilaku nasabah jadi transaksi digital payment meningkat lebih dari 30 persen sedangkan transaksi cash itu sekarang sudah turun tinggal 10 persen saja dan yang ketiga adalah implementasi praktik keuangan berkelanjutan Environmental, Social dan Governance (ESG).

BACA JUGA: Tugas PPS dan KPPS Pemilu 2024 Lengkap Dengan Kewajiban dan Wewenang Sesuai PKPU Nomor 8 Tahun 2022

“Concern investor terhadap aspek ESG berpengaruh terhadap perubahan tata kelola dan bisnis perbankan,” tambah Sunarso.

Selanjutnya yang keempat low interest rate environment, tren penurunan credit yield berdampak pada Net Interest Margin yang semakin tertekan.

BACA JUGA: Daftar Nama Calon Jamaah Haji Tahun 2023 Cek Lewat Aplikasi Pusaka. Nih, Cara Cek Estimasi Keberangkatan Haji

“Kalau kita lihat di 2020 itu NIM bisa lebih 10 persen tapi 2022 ini hanya sekitar 6 persen sehingga saya pikir bank tetap didorong untuk memperluas fungsi intermediasinya karena dalam presentasi itu NIM-nya itu makin kecil. Kalau mau laba besar berarti ya harus nyari nasabah sebanyak-banyaknya kira-kira begitu gambarannya,” urai Sunarso.

Kemudian kelima utilisasi data dan teknologi itu semakin dominan jadi penggunaan data analitik untuk mempercepat proses bisnis kredit underwriting dan marketing. Dan yang terakhir, yang keenam adalah kompetisi dengan fintech.

“Jadi persaingan yang semakin ketat seiring dengan hadirnya pemain-pemain non-bank seperti Fintech dengan berbagai dinamikanya,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X