PONTIANAKGLOBE -- Badan Pusat Statistik mencatatkan nilai ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) naik sebesar 11,50% pada Januari 2023 terhadap Desember 2022 atau dari US$140,61 juta menjadi US$156,78 juta.
Penyumbang ekspor Kalbar yaitu lemak dan minyak hewan atau nabati sebanyak US$55,39 juta, menyusul bahan kimia anorganik sebesar US$40,21 juta, bijih, kerak dan abu logam mencapai US$31,98 juta.
Selanjutnya, golongan barang menyumbang ekspor Kalbar yakni karet dan barang dari karet senilai US$8,75 juta, berbagai produk kimia senilai US$6,68 juta, kayu, barang dari kayu senilai US$6,02 juta.
"Golongan barang ampas atau sisa industri makanan mencapai US$2,32 juta, buah-buahan mencapai US$1,58 juta, bahan-bahan nabati sebanyak US$1,22 juta dan tembakau mencapai US$1,01 juta," kata BPS dikutip Pontianak Globe, Jumat (3 Maret 2023).
Secara tahun, ekspor pada Januari 2023 lebih tinggi dibandingkan dengna Januar 2022 sebesar 0,84% atau dari US$155,48 juta menjadi US$156,78 juta.