PONTIANAKGLOBE -- Nilai ekspor Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 50,06% pada periode Januari-Oktober 2022 atau senilai US$2,11 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 senilai US$1,41 juta.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatatkan komoditas tertinggi ekpor dari golongan barang lemak dan minyak hewan atau nabati senilai US$652,68 juta. Komoditas berikutnya menyusul dari bahan kimia anorganik senilai US$651,30 juta.
Setelah itu, golongan barang bijih, kerak dan abu logam mencapai US495,79 juta, karet dan barang dari karet senilai US$103,88 juta, kayu, barang dari kayu senilai US$87,85 juta.
Komoditas golongan barang lain selanjutnya, ampas, sisa industri makanan sebanyak US$31,18 juta, buah-buahan senilai US$29,56 juta, berbagai produk kimia senilai US$25,24 juta.
Berikutnya, adalah erbagai makanan olahan senilai US$8,78 juta, garam, belerang, kapur senilai US$2,81 juta dan sisanya komoditas lain senilai US$29,39 juta.
Adapun tiga negara tujuan ekspor terbesar dari Kalbar adalah China sebanyak US$719,43 juta, India senilai US$592,51 juta, Malaysia senilai US$299,38 juta.
Artikel Terkait
Petugas Regsosek Belum Datang, Warga Boleh Sambangi Kantor BPS
Nilai Ekspor Cengkeh Menggiurkan, Begini Tanam Benihnya