bisnis-market

Menteri PKP Maruarar Sirait Dapat Apresiasi Pengusaha, James Riady Sebut 'Pak Menteri Mau Turun Lapangan'

Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:19 WIB
James Riady (keempat dari kanan) dan sejumlah pengusaha Indonesia bertemu Menteri PKP, Maruarar Sirait pada Sabtu 15 Maret 2025. (ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendapat dukungan penuh dari sejumlah pengusaha Tanah Air atas kinerjanya dalam menjalankan program perumahan rakyat yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu pengusaha yang memberikan apresiasi adalah James Riady.

Baca Juga: Truk Kontainer Hantam Tiang Reklame di Kubu Raya, Billboard Roboh Menimpa Kabin, Begini Kondisi Sopir

Ia memuji komitmen Maruarar, yang dikenal akrab dengan sapaan Ara, dalam memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Kami kagum dengan visi Pak Prabowo yang tidak ingin ada masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan," ujar James Riady.

"Hari ini kita bersyukur karena Pak Menteri langsung turun ke lapangan meninjau kondisi nyata. Semangat beliau, bersama seluruh jajaran yang hadir, memberikan motivasi besar bagi kami semua," lanjutnya.

Maruarar Sirait juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak-pihak yang mencoba bermain curang dalam program perumahan rakyat.

Baca Juga: Baru Menjabat, Ifan Seventeen Langsung Kena Sidak DPR di PFN

"Siapa pun yang mencoba menipu rakyat, akan kita sikat," tegasnya dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha, Sabtu (15/3/2025).

Ara menekankan pentingnya keadilan dalam penegakan hukum, sejalan dengan visi Prabowo untuk memberantas korupsi di Indonesia.

"Ini negara hukum, jangan sampai tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh ada tebang pilih dalam penindakan korupsi," tambahnya.

Baca Juga: Beda dari Surat Wamil, Agensi Kim Soo-hyun Benarkan Postcard Paris Ditulis Saat Sudah Berpacaran dengan Mendiang Kim Sae-ron

Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya mendengar Kejaksaan tengah mempertimbangkan hukuman mati bagi kasus korupsi berat.

"Kalau ada yang kebangetan, harus ditindak tegas. Saya dengar Kejaksaan akan menuntut hukuman mati untuk kasus korupsi besar," tutup Ara. ***

Tags

Terkini