Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BPOM adalah langkah penting untuk membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.
Baca Juga: Kisah Saiban dan BRI, Kolaborasi Hebat Berdayakan UMKM Ponorogo
Arief optimistis inisiatif Kementerian BUMN bersama BPOM ini akan mendorong semangat kewirausahaan para nasabah PNM untuk keluar dari zona subsisten.
“Kami berupaya memberikan modal intelektual dan sosial selain modal finansial, agar nasabah tumbuh menjadi masyarakat yang madani,” ujar Arief.
Dengan akses pembiayaan dan pendampingan, UMKM akan memiliki daya saing lebih tinggi dan semakin dipercaya pembeli.
Sebagai langkah awal, PNM memberikan edukasi kepada pelaku usaha tentang pentingnya memiliki izin edar BPOM, khususnya untuk sektor makanan, minuman, dan produk herbal.
Melalui edukasi yang ringan dan relevan, PNM berharap dapat mempercepat pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Baca Juga: BRI Gencarkan BRIGuna Digital, Sebagai Langkah BRI Menjawab Tantangan Pinjaman Online
Capaian Holding Ultra Mikro
Tiga tahun setelah terbentuk pada 2021, Holding Ultra Mikro, yang terdiri dari BRI, PNM, dan Pegadaian, telah melayani 36,1 juta debitur ultra mikro.
Hingga akhir September 2024, total penyaluran kredit mencapai lebih dari Rp 627,6 triliun.
Selain itu, Holding Ultra Mikro juga memperluas layanan melalui 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia, memberikan akses kepada lebih dari 180 juta masyarakat untuk tabungan mikro.
Kolaborasi antara BRI, PNM, dan BPOM diharapkan terus mendorong UMKM Indonesia menuju masa depan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. ***