Masuk Proyek Strategis Nasional
Proyek ini telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah berharap proyek ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun.
Baca Juga: Dibela Sang Mertua, Jennifer Coppen Disebut Menantu dan Ibu yang Bertanggung Jawab
Selain itu, proyek ini diperkirakan menghasilkan devisa hingga Rp5 triliun per tahun dari ekspor ethylene dichloride serta menghemat impor soda kaustik senilai Rp4,9 triliun per tahun.
Tahap kedua proyek ini akan fokus pada peningkatan kapasitas produksi klor alkali dan produk-produk turunan berbasis klorin. Saat ini, studi kelayakan sedang dilakukan untuk menilai potensi pengembangan hilir.
Direktur Utama Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri kimia nasional.
"Melalui kerja sama ini, kami membangun fondasi kuat bagi industri berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Sebagai dampak dari penandatanganan kerja sama ini, saham emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), terpantau menguat. Pada perdagangan Selasa, 17 Juni 2025, saham TPIA naik 3,28% ke level Rp10.225. ***
Artikel Terkait
Prabowo Paparkan Kebijakan Ekonomi, dari Devisa Hasil Ekspor hingga Danantara
SBY Soroti Keraguan Publik terhadap Danantara, Minta Rosan Roeslani dkk Buktikan Kecemasan Itu Tak Beralasan
Dibongkar Pandu Sjahrir, Ini Cita-Cita Besar Prabowo untuk Masa Depan Indonesia Lewat Danantara
Pandu Sjahrir Bantah Ada Andil Luhut dalam Penunjukannya sebagai CIO Danantara
Pandu Sjahrir Ungkap Ditunjuk Langsung oleh Prabowo sebagai CIO Danantara, Begini Pengakuan Keponakan LBP Itu
Ray Dalio Tepis Isu Mundur dari Danantara, Pastikan Tetap di Dewan Penasihat