Menurutnya, lembaga keuangan selalu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memberikan pinjaman, termasuk risiko gagal bayar.
"Kemacetan kredit dalam dunia bisnis memang sering terjadi, sehingga regulasi kehati-hatian perbankan sudah mencakup risiko seperti ini," tambahnya.
Sebelum akhirnya Sritex tutup, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk mencari solusi agar perusahaan tetap beroperasi dan menghindari PHK massal.
"Arahan beliau adalah agar perusahaan tetap berjalan. Pemerintah sedang mencari solusi teknisnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario penyelamatan, baik jika kasasi diterima maupun ditolak oleh Mahkamah Agung.
Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait PHK massal.
Sebanyak 162 pengawas ketenagakerjaan di Jawa Tengah terus berkomunikasi dengan manajemen Sritex untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi.
Dengan kondisi ini, nasib ribuan pekerja Sritex kini bergantung pada hasil kasasi dan keputusan kurator dalam mendistribusikan aset perusahaan. ***
Artikel Terkait
Prabowo Instruksikan Menteri Kendalikan Harga Pangan di Awal Ramadan, Pastikan Harga Tak Melonjak
Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, Insiden Serupa Pernah Terjadi pada 2021
Kilas Balik Kejayaan Sritex: Raksasa Tekstil RI yang Kini Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan
Uskup Agung Ende Dukung Pembentukan Sahabat Misionaris Indonesia dan Rumah Pengharapan
Kronologi Terbongkarnya Korupsi Pertamina Rp968,5 Triliun, Ternyata Sosok Ini yang Pertama Kali Membongkar
Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, Kronologi Munculnya Titik Api hingga Dampaknya pada Suplai BBM