Habemus Episcopum: Vatikan Tunjuk Pastor Yanuarius Teofilus Matopai You Jadi Uskup Jayapura

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 19:46 WIB
Tangkapan layar youtub, Mgr Leo Laba Ladjar OFM dan Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You.
Tangkapan layar youtub, Mgr Leo Laba Ladjar OFM dan Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You.

“Padahal adat orang Papua, terlebih khusus bagi suku Mee, Paniai adalah yang anak laki-laki pertama harus menikah agar bisa melanjutkan ahli warisnya. Saya memang anak laki-laki pertama. Bahkan waktu itu orang tuaku hendak menjodohkan dengan salah satu wanita. Tapi, batin saya tak bisa dihobongi. Saya sudah jatuh cinta dengan Tuhan yang saya imani,” jelas Pastor Yan You dalam kotbahnya pada misa syukuran pesta perak (25 tahun) imamatnya di gereja Katolik Katedral Kristus Raja Dok V, Kota Jayapura, Minggu 12 Juni 2016, sperti dikutip dari www.jubi.co.id.

Lelaki kelahiran Uwebutu, 01 Januari 1969 ini menuturkan, dirinya meyakini dan pegang teguh serta menyadari akan penggilannya sebagai seorang mahasiswa calon imam.

Sebab, menjadi imam adalah harus mampu membina diri secara seimbang ke arah kesucian, kesehatan dan pengetahuan.

Tiga dimensi itu penting dalam pembinaan seorang calon imam ini mesti terintegrasi dalam hidupnya.

Ia pun bahkan membina dirinya dengan iman kerohanian, kepribadian dan pengetahuan serta ketrampilan. “Saya bahagia dan berbangga. Ini merupakan satu rahmat Tuhan, satu kebaikan dari Tuhan dan satu anugrah dari Tuhan untuk saya sampai setia kepada imamat ini. Dan dalam hidup saya, selalu mencoba untuk menyalurkan rahmat dan kebaikan Tuhan dalam karya saya yaitu mewartakan kabar gembira kepada sesama umat di atas tanah ini,” ungkap mantan pastor Paroki Kristus Terang Dunia Jiwika, Jayawijaya tahun 1991-1998.

“Sebagai seorang imam, saya tetap setia untuk melayani umat. Saya juga berpesan kepada umat agar mereka juga tetap kerjasama dengan saya. Karena perjalanan imamat ini akan berjalan sampai akhir hayat saya,” katanya lagi.

Dengan imamat ini, harapnya, ia masih mau lagi 25 tahun sampai 50 tahun pesta emas. Masih mau menyaksikan bahwa ada banyak imam Katolik di tanah Papua, khususnya di Jayapura ini supaya bisa banyak tambah pelayan untuk melayani umat dan pemerintah di tempat ini. ****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X