Maksud jahat mereka diketahui oleh Pater de Brebeuf. Maka beliau justru mengundang mereka untuk makan bersama.
Ia tidak gentar, malah sebaliknya berterimakasih karena mereka segera ingin mengirimnya dengan cepat ke surga.
Karena keberanian dan kebaikan hatinya, Pater de Brebeuf tidak jadi dibunuh.
Ia sebaliknya dibantu dalam karyanya, antara lain membangun 'Benteng Santa Maria', gereja dan rumah sakit. Ia dianggap sebagai bapa dan guru mereka.
Orang-orang suku Irokes merasa iri hati dan marah melihat kemajuan orang-orang suku Huron.
Mereka mencari kesempatan baik untuk melenyapkan nyawa misionaris-misionaris itu.
Kesempatan baik itu datang pada suatu hari di bulan Maret 1649.
Pater de Brebeuf bersama Pater Gabriel Lalement ditangkap oleh orang-orang Irokes yang sedang berpatroli.
Mereka dipukul sampai pingsan dan kuku-kuku jari mereka dicabut.
Kedua imam ini tidak mengeluh, bahkan sebaliknya berdoa dan menguatkan hati orang-orang Huron yang ditangkap bersama mereka.
Ketika salah seorang Irokes mendengar kata-kata doa kedua imam itu, ia mengambil air yang telah mendidih dan menuangkannya ke atas kepala Pater de Brebeuf sambil mengolok-oloknya:
"Cepatlah ke surga! Sekarang kamu telah saya baptis baik-baik."
Seorang Irokes lain mengambil obor dan membakar ketiak kedua imam itu. Karena Pater de Brebeuf terus-menerus menegur para penyiksa supaya ingat akan pengadilan Ilahi, mereka malah semakin bengis dan beramai-ramai memotong lidahnya, mengiris daging dari tubuhnya, memanggang dan memakannya.
Mereka berteriak-teriak, "Kami temanmu, karena itu kami menyiksamu supaya masuk surgamu!"
Mereka mengambil lagi jantungnya untuk dimakan dan meminum darahnya supaya menjadi berani seperti imam itu.
Artikel Terkait
Santo Paus Kalistus I Bekas Budak Belian yang Terpilih Menjadi Paus Ke-16
Santa Teresia dari Avilla, Perawan Mistisi dan Pujangga Gereja Katolik
Santo Gerardus Majella, Seorang Kudus Penuh Mukjizat
Santa Margareta Maria Alacoque Devosi kepada Hati-Nya Yang Mahakudus
Santo Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Dimasukkan ke Kandang Singa oleh Kaisar Trajanus di Roma
Santo Richard Gwyn Martir dari Wales, Katekis yang Dipancung Hadapan Istri dan Bayinya
Santo Lukas Penulis Injil, Seorang Dokter yang Mengikuti Rasul Paulus