PONTIANAKGLOBE.COM -- Hari ini, setiap tanggal 15 Oktober, umat Katolik merayalan pesta Santo Richard Gwyn.
Santo Richard Gwyn adalah seorang Wales yang hidup pada abad keenambelas. Kala itu Ratu Elizabeth I memerintah Inggris dan Wales.
Karena sebagian besar penduduk Wales masih merupakan pengikut Katolik yang setia, ratu dan para pejabatnya berusaha menindas serta membinasakan iman Katolik dengan peraturan-peraturan yang keji.
Para imam dan umat yang setia kepada Bapa Suci dijebloskan ke dalam penjara. Kerapkali mereka disiksa aniaya dan dibunuh.
Demikian juga Richard yang adalah seorang katekis yang saleh.
Segera saja Richard Gwyn menjadi seorang target dari kaki-tangan Ratu.
Sekali ia tertangkap namun berhasil meloloskan diri dari penjara. Tapi sebulan kemudian tertangkap kembali.
“Engkau akan dibebaskan,” demikian dikatakan kepadanya, “Asalkan engkau menyangkal iman Katolik.”
Richard menolak mentah-mentah.
Pada suatu hari minggu dengan tangan dan kaki dirantai Richard Gwyn dibawa paksa ke sebuah bekas Gereja Katolik yang sudah dirubah menjadi Gereja Anglikan.
Tetapi ia menganggu sepanjang khotbah pemimpin ibadat dengan membunyikan rantai-rantai belenggunya keras-keras.
Dengan geram para pejabat memasungnya selama delapan jam; orang banyak datang untuk menganiaya dan mencemoohnya.
Sesudah itu, ia dibawa ke penjara dan disiksa terus-menerus.
Artikel Terkait
Santo Eduardus, Raja Inggris dan Pengaku Iman
Santo Gerald of Aurillac, Memilih Hidup Saleh Walau Bukan Bergabung sebagai Anggota Ordo
Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman. Keberanian Lawan Adat Istiadat dan Liturgi Klerik
Santo Felix dari Afrika Utara. Dibuang ke Padang Gurun Libya agar Mati Kelaparan dan Kehausan
Santo Paus Kalistus I Bekas Budak Belian yang Terpilih Menjadi Paus Ke-16
Santo Gerardus Majella, Seorang Kudus Penuh Mukjizat
Santo Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Dimasukkan ke Kandang Singa oleh Kaisar Trajanus di Roma