Bunda Maria-lah yang paling dapat menceritakan secara rinci kisah kelahiran Yesus di Betlehem serta pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir.
Lukas juga menuliskan kisah tentang bagaimana para rasul mulai mewartakan Sabda Yesus setelah Ia kembali ke surga.
Dalam kitab tulisan Lukas, Kisah Para Rasul, kita mengetahui bagaimana jemaat perdana dan Gereja mulai bertumbuh dan berkembang. Beberapa informasi terperinci mengenai kehidupan Santo Lukas juga dapat diperkirakan dengan seksama.
Walau ia tidak mengikut-sertakan dirinya sebagai saksi mata dari karya pelayanan Yesus, ia berulang kali menggunakan kata "kami" dalam menceritakan misi-misi Santo Paulus dalam Kisah Para Rasul.
Ini merupakan indikasi bahwa ia ada di sana sepanjang waktu itu.
Ia menulis dalam Kisah Para Rasul sebagai orang ketiga saat Santo Paulus dan perjalanannya hingga mereka tiba di Troas, dimana ia kemudian mengubah tulisannya menjadi orang pertama jamak.
Bagian "kami" di dalam Kisah Para Rasul terus ada hingga rombongan tersebut kembali ke Troas, dimana tulisannya kembali menjadi orang ketiga.
Perubahan ini terjadi lagi untuk kedua kalinya ketika rombongan tersebut tiba di Troas.
Lukas pernah pergi ke Roma untuk membantu Rasul Paulus di masa-masa menjelang kemartiran Rasul Paulus. Ini terlihat pada 2 Timotius 4:11: "Hanya Lukas yang tinggal dengan saya". demikian tulis Paulus.
Menurut tradisi, Lukas meninggal dunia pada usia 84 di Boeotia, Makamnya terletak di Thebes (Yunani), dari mana kemudian sebagian relic-nya dipindahkan ke Konstantinopel pada tahun 357.
Setelah Kota Konstantinopel jatuh ketangan Ottoman Turki, Relic tersebut dibeli oleh Raja George dari Serbia.
Saat Serbia kemudian juga ditaklukan oleh Ottoman Turki; relic Santo Lukas tersebut diselamatkan ke Venecia, Italia.
Pada tahun 1992 Uskup Agung Gereja Orthodox Yunani wilayah Athena dan seluruh Yunani, atas nama Gereja Khatolik Orthodox Yunani; meminta pada Uskup Agung Venecia, Antonio Mattiazzo di Padua agar relik Santo Lukas dapat dipulangkan dan akan ditempatkan kembali dalam makam Penginjil Suci tersebut.
Permintaan ini dikabulkan oleh Gereja Khatolik Roma.
Uskup Padua kemudian mengirimkan ke Ieronymos (keuskupan) Metropolitan Athena sebagian Relik St Lukas untuk disimpan kembali di makamnya di Thebes, Yunani.
Artikel Terkait
Santo Paus Kalistus I Bekas Budak Belian yang Terpilih Menjadi Paus Ke-16
Santa Teresia dari Avilla, Perawan Mistisi dan Pujangga Gereja Katolik
Santo Gerardus Majella, Seorang Kudus Penuh Mukjizat
Santa Margareta Maria Alacoque Devosi kepada Hati-Nya Yang Mahakudus
Bangun Gereja Katolik Stasi Santo Gabriel Desa Peniti Dalam II Umat Berharap Uluran Tangan Donatur
Santo Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Dimasukkan ke Kandang Singa oleh Kaisar Trajanus di Roma
Santo Richard Gwyn Martir dari Wales, Katekis yang Dipancung Hadapan Istri dan Bayinya