Santa Margareta Maria Alacoque Devosi kepada Hati-Nya Yang Mahakudus

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 16 Oktober 2022 | 05:00 WIB
Kolase yang menggambarkan Santa Margareta Maria Alacoque. Ia mendapat tugas dari Tuhan Yesus untuk  memperkenalkan Devosi kepada Hati-Nya Yang Mahakudus. (NET/Pontianak Globe)
Kolase yang menggambarkan Santa Margareta Maria Alacoque. Ia mendapat tugas dari Tuhan Yesus untuk memperkenalkan Devosi kepada Hati-Nya Yang Mahakudus. (NET/Pontianak Globe)

Hingga suatu malam, ia mendapat penampakan, Yesus yang penuh luka karena baru saja didera menegur Margareta akan ketidaksetiaannya kepada-Nya setelah Ia sendiri begitu banyak membuktikan kasih-Nya kepada Margareta.

Akhirnya, pada 25 Mei 1667 Margareta Maria masuk Biara Visitasi di Paray-le-Monial dan mengucapkan kaul kekalnya pada bulan November 1672.

Margareta dikenal sebagai seorang biarawati yang baik dan rendah hati. Tetapi ia sering membuat kesal para suster yang lainnya karena ia seorang yang lambat dan canggung dalam bekerja.

Pada tahun 1675, ia mendapat penampakan Yesus di mana Yesus menunjukkan Hati-Nya yang berdarah. Yesus mengatakan kepadanya betapa Ia mengasihi seluruh umat manusia. Yesus ingin agar Margareta menyebarkan devosi kepada Hati-Nya Yang Mahakudus. Suatu tugas yang amat berat.

Banyak orang tidak percaya bahwa Yesus menampakkan diri padanya. Sebagian malahan marah kepadanya atas usahanya menyebarkan suatu devosi baru.

Hal-hal demikian membuat Margareta sangat menderita. Namun demikian ia tetap setia melaksanakan kehendak Allah.

Dalam suatu penampakan Yesus memberitahukan bahwa Ia akan mengutus seorang imam yang saleh untuk membantu dan membimbingnya. Imam saleh itu adalah Santo Claude de la Colombière, SJ.

Diilhami oleh Yesus sendiri, Margareta Maria menetapkan Jam Suci yaitu jam sebelas malam sampai tengah malam menjelang fajar Jumat Pertama setiap bulan.

Saat Jam Suci, Margareta berdoa dengan meniarap (Prostratio: mengungkapkan kerendahan diri dan kekecilan dirinya di hadapan Allah dan menyampaikan penghormatan dan kerendahan hati secara paling intensif) dengan mukanya mencium tanah.

Ia berdoa untuk bersama-sama dengan Yesus menanggung sengsara sakrat maut yang dialami Yesus di Taman Getsemani di mana murid-murid-Nya meninggalkan-Nya seorang diri.

Yesus menyatakan kerinduan hati-Nya akan kasih umat-Nya dan menunjukkan Hati-Nya Yang Mahakudus yang penuh cinta dan belaskasihan serta penyelamatan.

Tuhan menetapkan hari Jumat setelah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus dan meminta Margareta untuk menghormati Hati-Nya Yang Mahakudus dengan menerima Komuni Kudus setiap Jumat Pertama dalam bulan selama sembilan bulan berturut-turut.

Devosi ini dilakukan sebagai silih atas dosa-dosa kita terhadap Sakramen Mahakudus.

Yesus menyebut Margareta Maria sebagai "Murid Terkasih dari Hati Yesus Yang Mahakudus", serta pewaris semua kekayaan hati-Nya.

Cinta kepada Hati Yesus Yang Mahakudus adalah api yang membakar jiwa St. Margareta Maria, dan devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus adalah masalah yang selalu diulang-ulangnya di semua tulisannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: imankatolik.or.id, katakombe.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X