Paus tidak dapat salah berarti dapat dicegah untuk tidak berbuat salah. Sebagai ilustrasi, tes Pancasila itu, berarti Anda membiarkan kertas jawabannya kosong karena mungkin melihat bahwa tidak ada soal-soal tersebut yang benar.
Di awal perjalanannya, para musyafir yang menolak infalibitas Paus timbul dari pandangan mereka tentang Gereja. Mereka tidak mengakui Kristus mendirikan Gereja yang kelihatan, Gereja Katolik. Mereka tidak percaya pada hirarki para uskup yang dipimpin Paus.
Infalibilitas secara khusus dimiliki oleh Paus sebagai kepala para uskup. Roh Kudus mencegah seorang Paus dari kesalahan dalam mengajar secara resmi.
Itu berarti Gereja, yang dipimpin Paus, melakukan apa yang diperintahkan Kristus untuk dilakukan, dan tidak melakukan apa yang diperintahkan-Nya untuk tidak dilakukan. Gereja pasti dapat mengajar tanpa salah.
Inilah doktrin Gereja Katolik yang kita percaya. Ada satu doktrin lagi yang bagi para musyafir (lihat perjalanan Scott dan Kimberly Hann) paling mengganggu, yaitu doktrin tentang Maria.
Nomor 12 direncanakan membahas kepercayaan tentang Maria dan akan muncul di bulan Oktober. Tetapi Oktober adalah bulan Rosario, tentu akan banyak yang membahas. Maka, nomor tersebut di hapus. Sehingga, seri musyafir pulang ke Roma diakhiri di nomor 11 ini.
Sampai berjumpa di seri yang lain. Semoga!
Pakem Tegal, 30 Sept 2022.
Sumber: Karl Keating, 1988, Catholicism and Fundamentalism: The attack on ‘Romanism’ by ‘Bible Christians. San Francisco: Ignatius Press)
* Penulis adalah pensiunan dosen di FKIP Untan. Menyelesaikan program doktor di Monash University, Australia. Penerima Colombo Plant Scholarship.
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-1): Ricard Wood, Merasakan Dorongan Lembut untuk Berlutut dan Berdoa
Para Musyafir Pulang ke Roma (bagian-2): David Minirth Terpesona Familiaris Consortio, Paus Yohanes Paulus II
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-3): Jack Amstrong Menjadi Percaya Setelah Mendalami Sejarah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-4): Bill Alkire dapat Pencerahan Setelah Berdebat dengan Pria Lusuh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 5): Bob Grodi Ketakukan Akhir Zaman, Temukan Pengakuan Dosa Alkitabiah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-6): Frank Howatt Menemukan Kedamaian, Merasa Nyaman, Damai, dan Teduh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-7): Betty Dameron Segera Sadar Telah Menjadi Farisi Spritual
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 8): Scott Hann Katakan Kristus adalah Makanan bagi Jiwa Kita
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-9): Kitab Suci Diilhami dan Satu-satunya Sumber Kebenaran Iman?
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-10): Apakah Anda Sudah Diselamatkan?