Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-9): Kitab Suci Diilhami dan Satu-satunya Sumber Kebenaran Iman?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 07:05 WIB
Salib, sebagai tanda kemenangan bagi umat Kristen. Dalam perjalanan pulang spitualitas ke Roma, tak jarang lika-liku, persimpangan serta jalan terjal dilalui.
Salib, sebagai tanda kemenangan bagi umat Kristen. Dalam perjalanan pulang spitualitas ke Roma, tak jarang lika-liku, persimpangan serta jalan terjal dilalui.

Oleh: Leo Sutrisno

Perjalanan spiritual menyusuri jalan pulang ke Roma, sebanyak empat series, kebetulan muncul di bulan September, Bulan Kitab Suci Nasional atau BKSN 2022.

Karena itu, seri nomor: 9, 10. 11, dan 12 menyajikan sejumlah pertanyaan yang sering para musyafir ajukan kepada orang Katolik.

Tetapi, sering mereka tidak memperoleh jawaban yang meyakinkan. Bahkan sebaliknya ada sejumlah orang Katolik yang justru terseret mengikuti pandangan mereka.

Berikut disarikan dari buku  Karl Keating, 1988. (Catholicism and Fundamentalism: The attack on ‘Romanism’  by ‘Bible Christians. San Francisco: Ignatius Press),

Pada Seri nomor 9 ini, disajikan prinsip yang jadi pegangan keyakinan para musyafir di awal perjalanannya, prinsip ‘sola scriptura’. (Bab 1, 2, dan 3).

Sola scriptura (hanya Kitab Suci) adalah sebuah prinsip yang menyatakan bahwa satu-satunya sumber kebenaran iman  adalah Kitab Suci.

Mengapa?  Karena, Kitab Suci diilhami.

Ada sejumlah penjelasan terkait dengan istilah ‘diilhami’.

Pertama, di antara mereka yang secara kultural hidup dan  dibesarkan dalam lingkungan keluarga Kristen menerima begitu saja prinsip itu atau sebaliknya, justru tak peduli.

Ada juga kelompok lain yang menyatakan Kitab Suci diilhami karena Kitab Suci itu menginspirasi. Penjelasan ini lemah. Karena  ada banyak buku yang bukan kitab suci juga menginspirasi.

Kelompok lain lagi menyebutkan bahwa Kitab Suci telah menyatakan sendiri  bahwa diilhami. Roh Kuduslah yang menyatakan bahwa Kitab Suci diilhami. Roh Kudus telah diberikan untuk menerangi Kitab Suci dan membuatnya hidup ketika dipelajari .

Sesungguhnya, tidak  banyak penulis Kitab Suci yang secara eksplisit menyatakan hal  itu. Kecuali Rasul  Yohanes  yangselalu menyatakannya  di awal surat-suratnya kepada tujuh kelompok jemaat di berbebersps lokasi  (Wahyu 1:9-20).

Cara  memahami  tentang Kitab Suci yang diilhami, orang Katolik, pertama-tama menempatkan Kitab Suci sebagai salah satu karya tulis kuno.  Berdasarkan  kritik atas teks disimpulkan bahwa teks-teks Kitab Suci jauh lebih akurat daripada teks-teks kuno lainnya.

Karena ditemukan juga ribuan salinan yang sangat akurat dari teks Kitab Suci ini dalam berbagai  bahasa (bahsa  Ibrani, Yunani, latin, Koptik, Siria, dll) bisa dipastikan bahwa teks-teks Kitab Suci itu sangat akurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Catholic-the best way to Christ

Tags

Rekomendasi

Terkini

X