“Apakah Anda mengaku dosa kepada imam?”
Para musyafir dan kita, orang Katolik menerima ajaran bahwa selama hidup-Nya, Kristus mengampuni dosa-dosa manusia (Yoh 8:1-11; Luk 7:48; Mrk 2:10). Karena tidak selamanya bersama secara nyata, Kristus memberikan kepada para Rasul kuasa mengampuni dosa (Yoh 20:22-23).
Seperti Yesus yang tidak hidup selamanya, para Rasul juga meneruskan kuasa pengampunan kepada para penggantinya.
Sehingga, Gereja, yang merupakan penerus kehadiran-Nya selama-lamanya, dapat memDDaberikan pengampunan kepada generasi-generasi berikutnya (Yoh 20:21, Mat 18:18).
Kuasa para Rasul berasal dari Tuhan (2Kor 5:18,20). Dan, Kristus memerintahkan para Rasul menjadikan segala bangsa murid-Nya. Ia juga berjanji akan selalu menyertai mereka (Mat 28:19-20).
Nah, di titik ini, para musyafir bertanya-tanya.
Mereka berpendapat bahwa kuasa pengampunan itu berhenti pada para Rasul. Para pengganti para Rasul tidak lagi memiliki kuasa pengampunan ini.
Bahkan, ada yang memandang Sakramen Pengampunan Dosa dalam Gereja Katolik merupakan ‘penipuan’ karena hanya sebagai ‘ciptaan’ para pengganti para Rasul.
Gereja Katolik menyatakan para Rasul dan para murid percaya bahwa Kristus mendirikan imamat, termasuk kuasa mengampuni dosa atas nama-Nya, lewat para imam.
Bagi orang Katolik mengakukan dosanya kepada imam itu mimiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah dilakukan dengan cara yang dimaksudkan Yesus.
Kedua, yang bersangkutan menjadi yakin bahwa dosanya diampuni (diucapkan lisan oleh imam) serta menerima berkat-berkat sakramental yang lain. Selain itu, ia juga mendapat nasehat agar dapat menghindari di lain waktu.
Di luar itu semua, mengaku dosa kepada imam itu juga salah satu cara kita belajar rendah hati.
Semoga!
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-1): Ricard Wood, Merasakan Dorongan Lembut untuk Berlutut dan Berdoa
Para Musyafir Pulang ke Roma (bagian-2): David Minirth Terpesona Familiaris Consortio, Paus Yohanes Paulus II
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-3): Jack Amstrong Menjadi Percaya Setelah Mendalami Sejarah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-4): Bill Alkire dapat Pencerahan Setelah Berdebat dengan Pria Lusuh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 5): Bob Grodi Ketakukan Akhir Zaman, Temukan Pengakuan Dosa Alkitabiah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-6): Frank Howatt Menemukan Kedamaian, Merasa Nyaman, Damai, dan Teduh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-7): Betty Dameron Segera Sadar Telah Menjadi Farisi Spritual
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 8): Scott Hann Katakan Kristus adalah Makanan bagi Jiwa Kita
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-9): Kitab Suci Diilhami dan Satu-satunya Sumber Kebenaran Iman?