Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-10): Apakah Anda Sudah Diselamatkan?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:05 WIB
Ini Tema Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2022, Ayat Emas dan Sub-sub Temanya
Ini Tema Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2022, Ayat Emas dan Sub-sub Temanya

 

Apakah Pebaptisan kanak-kanak diperlukan?

Dalam pandangan para musyafir, baptisan bayi/kanak-kanak  itu sebuah tindakan yang keliru.

Menurut mereka, pembaptisan hanya dilakukan pada orang dewasa, setelah yang bersangkutan ‘dilahirkan kembali’.

‘Dilahirkan kembali’ terjadi pada saat seseorang menyatakan ‘menerima Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya’.

Yang bersangkutan menjadi orang Kristen. Menjadi orang Kristen berarti sudah diselamatkan. Karena itu akan masuk surga.

Bagi mereka, pembaptisan menyusul setelah seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya. Karena itu, pembaptisan tidak  berpengaruh pada keselamatan. Orang yang meninggal sebelum dibaptis tetapi sudah ‘diselamatkan’ akan masuk surga. Itu pendapat mereka.

 

Apa pendapat orang Katolik?

Bagi orang Katolik, pembaptisan adalah sebuah Sakramen. Karena itu, pembaptisan memiliki berbagai manfaat. Pertama, penghapusan dosa, baik dosa asal  maupun dosa aktual. Dalam pembabtisan kanak–kanak , dosa asal yang dihapus (Kis 2:38-39; 22:16).

 

Kedua, bersama-sama dengan penghapusan dosa, masuklah rahmat yang membuat jiwa hidup secara rohani serta sanggup  menikmati kebahagiaan surgawi.

Manfaat ketiga adalah penghapusan hukuman atas dosa-dosa yang dilakukan. Dan, mimiliki hak untuk mendapatkan rahmat-rahmat khusus yang memampukan yang dibaptis memenuhi janji-janji baptisnya.

Apakah pembaptisan kanak-kanak alkitabiah? Ya, alkitabiah. Lihat Kis 16:15; Kis 16:33; 1Kor 1:16). Selain itu, pembaptisan kanak-kanak juga didukung oleh praktek dan tulisan orang Kristen perdana.

                                                     ---0---

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Catholic-the best way to Christ

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X