religi

Santo Gerardus Majella, Seorang Kudus Penuh Mukjizat

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 13:24 WIB
Kolase gambar Santo Gerardus Majella (net)

Dengan kepolosan seorang kudus ia menurunkan sebuah patung kecil Bayi Yesus ke dalam sumur. Sungguh ajaib, ketika Gerardus mengangkat patung kembali, kunci yang hilang tampak tergantung di tangan patung.

 

Panggilan Religius

Sementara bertumbuh sebagai seorang pemuda, apabila orang bertanya kepadanya mengenai perkawinan, Gerardus akan menjawab, “Madonna telah memikat hatiku, dan aku telah memberikan hatiku sebagai persembahan baginya.”

Daripada hidup perkawinan, segera saja pemuda yang saleh ini terpikat pada panggilan religius.

Namun demikian, tiga kali ia ditolak masuk ke dalam suatu ordo religius oleh sebab kesehatannya yang rapuh. Walau begitu ia tetap bertekad untuk menjadi seorang biarawan.

Suatu misi para imam Redemptoris yang diadakan di Muro memberinya pengharapan baru. Ia mohon diperkenankan masuk ke dalam ordo mereka, tetapi lagi-lagi ia ditolak karena mereka merasa bahwa kesehatannya tidak akan cocok dengan kerasnya kehidupan biara.

Tetapi, orang muda ini begitu gigih dan bulat tekadnya hingga Pater Paul Cafaro, superior para misionaris, menasehati ibunya untuk mengurung Gerardus di kamar pada malam para misionaris meninggalkan Muro, khawatir kalau-kalau ia berusaha mengikuti mereka.

Ibunda Gerardus melaksanakan nasehat sang imam, tetapi keesokan paginya saat ia membuka pintu kamar, ia mendapati tempat pembaringan yang kosong, sebuah jendela yang terbuka di mana tergantung selembar kertas, dan sebuah catatan di meja yang berbunyi, “Aku pergi untuk menjadi seorang Santo.”

Gerardus berhasil menyusul para misionaris sementara mereka meninggalkan kota. Setelah banyak permohonan dan penolakan, P Cafaro akhirnya menyerah dan mengutusnya pergi ke kediaman rektor Redemptoris di Iliceto dengan catatan rekomendasi ini:  “Saya mengirim kepada Pater seorang broder yang tak berguna.”

Demikianlah, berbekal surat rekomendasi yang menyedihkan, pada tahun 1749, pada usia 23 tahun, Gerardus diterima dalam Kongregasi Redemptoris yang baru dibentuk beberapa tahun sebelumnya oleh St.Alfonsus Liguori.

Broeder “yang tak berguna”  ini membuktikan diri sebagai teladan berbagai-bagai keutamaan dan ia melakukan pekerjaan empat orang sekaligus!  Ia selalu mengatakan kepada rekan-rekannya, “Biar aku yang mengerjakannya, bukankah aku lebih muda. Engkau beristirahatlah.”

Dengan gagah berani Gerardus berikrar untuk senantiasa memilih apa yang tampaknya paling sempurna, yang paling berkenan bagi Allah.

Ia taat secara sempurna kepada kehendak superiornya, bahkan meski kehendak itu tidak diungkapkan dalam kata.

Suatu hari, guna menunjukkan hal ini kepada seorang otoritas yang datang berkunjung, Superior menyuruh Gerardus pergi, sementara ia berkata kepada otoritas yang menuntut bukti itu, “Aku akan memerintahkannya secara batin untuk kembali; dan ia tidak akan membutuhkan lebih dari perintah ini.

Halaman:

Tags

Terkini