Apakah Pebaptisan kanak-kanak diperlukan?
Dalam pandangan para musyafir, baptisan bayi/kanak-kanak itu sebuah tindakan yang keliru.
Menurut mereka, pembaptisan hanya dilakukan pada orang dewasa, setelah yang bersangkutan ‘dilahirkan kembali’.
‘Dilahirkan kembali’ terjadi pada saat seseorang menyatakan ‘menerima Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya’.
Yang bersangkutan menjadi orang Kristen. Menjadi orang Kristen berarti sudah diselamatkan. Karena itu akan masuk surga.
Bagi mereka, pembaptisan menyusul setelah seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya. Karena itu, pembaptisan tidak berpengaruh pada keselamatan. Orang yang meninggal sebelum dibaptis tetapi sudah ‘diselamatkan’ akan masuk surga. Itu pendapat mereka.
Apa pendapat orang Katolik?
Bagi orang Katolik, pembaptisan adalah sebuah Sakramen. Karena itu, pembaptisan memiliki berbagai manfaat. Pertama, penghapusan dosa, baik dosa asal maupun dosa aktual. Dalam pembabtisan kanak–kanak , dosa asal yang dihapus (Kis 2:38-39; 22:16).
Kedua, bersama-sama dengan penghapusan dosa, masuklah rahmat yang membuat jiwa hidup secara rohani serta sanggup menikmati kebahagiaan surgawi.
Manfaat ketiga adalah penghapusan hukuman atas dosa-dosa yang dilakukan. Dan, mimiliki hak untuk mendapatkan rahmat-rahmat khusus yang memampukan yang dibaptis memenuhi janji-janji baptisnya.
Apakah pembaptisan kanak-kanak alkitabiah? Ya, alkitabiah. Lihat Kis 16:15; Kis 16:33; 1Kor 1:16). Selain itu, pembaptisan kanak-kanak juga didukung oleh praktek dan tulisan orang Kristen perdana.
---0---