religi

Uskup Agustinus Gelar Misa Natal, Berkati Gua Maria Mini dan Resmikan Tahun Yubelium di Lapas Pontianak

Rabu, 1 Januari 2025 | 18:57 WIB
Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus didampingi Romo Andreas Kurniawan OP secara simbolis membuka Kapel Oikumene sebagai buka Tahun Yubelium. (Dok. Pontianak Globe)

Mgr Agustinus menyampaikan bahwa Bunda Maria adalah teladan kesetiaan iman, yang selalu mendoakan dan mendampingi umatnya dari kelahiran hingga akhir hidup.

Baca Juga: Promotor Religius Romo Andreas Kurniawan OP Ingatkan Dominikan Awam Bertekun Dalam Doa dan Berfikiran Baik

Perayaan Natal ditutup dengan pembagian kado kepada umat Kristiani di Lapas, diikuti dengan makan siang bersama warga binaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kasih dan perhatian Gereja kepada mereka yang membutuhkan.

Selama ini, pelayanan rohani di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Pontianak dan Kubu Raya telah dilakukan oleh Dominikan Awam -- bagian dari Ordo Dominikan.

Dalam acara terbaru, hadir Presiden Chapter Santo Dominikus, Dominikan Awam Pontianak, Fransiskus Edy OP, yang didampingi sejumlah anggota komunitas tersebut.

Selain itu, turut hadir Komunitas Jordan of Saxony, yang merupakan bagian dari Chapter Santo Dominikus, Dominikan Awam Pontianak.

Kehadiran mereka menjadi wujud nyata komitmen pelayanan terhadap narapidana dan warga binaan.

Baca Juga: 51 Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak Ucapkan Kaul Serta Doakan Arwah di Pemakaman Katolik

Tentang Dominikan Awam
Dominikan Awam secara spiritual dan kanonik termasuk dalam Ordo Pengkhotbah (OP).

Seperti semua umat Katolik, para Dominikan Awam bertujuan untuk menunjukkan kasih Kristus kepada orang lain, membantu orang lain untuk mengikuti Kristus, dan mengikuti Kristus lebih dekat.

Inspirasi misi Santo Dominikus untuk membawa Injil ke seluruh bangsa menyentuh orang-orang dari semua lapisan masyarakat.

Pada Dominikan Awam juga mengucapkan kaul, mereka hidup menurut aturan dan statuta.

Para Dominikan Awam menjalani hidup mereka di dunia sekuler.

Sebagai komunitas awam, persaudaraan bertemu bersama setidaknya sebulan sekali untuk belajar, berbincang-bincang, berdoa, misa, dan ibadat. ***

Halaman:

Tags

Terkini