religi

Romo Andre OP di Perayaan Paskah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo; “Roti Yang Hidup”

Kamis, 25 April 2024 | 15:10 WIB
Perayaan Misa Paskah Bersama itu kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Paskah Bersama dengan mencari telur Paskah. 2024 (San Agustin)

Hal itu juga penanda bahwa setiap manusia akan dilahirkan menjadi jiwa baru.

Bentuk transendenitas itulah yang disimbolisasikan sebagai bentuk pengungkapan keharmonian iman dalam kebersamaan.

Perayaan Paskah ini turut dihadiri oleh para biarawan, biarawati, dosen, staf, serta mahasiswa dari Fakultas Studi Teologi (FST) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

Baca Juga: Perbandingan antara Aplikasi Nike Training Club vs Strava untuk Penyuka Olahraga, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Setelah perayaan Misa kudus hari itu, suasana kebersamaan terus terjalin melalui serangkaian kegiatan, termasuk permainan mencari telur Paskah yang diikuti dengan semangat oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi.

Menurut Suster Charito OP, perayaan Paskah hari itu meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh komunitas universitas, sebab menurutnya adanya perayaan paskah bersama itu pula mengarahkan mereka pada jalinan persaudaraan yang lebih mendalam.

“Mengingatkan kita akan pentingnya mengisi jiwa kita dengan "roti yang hidup" dari Yesus Kristus, sumber kehidupan yang kekal,” tulis Suster Charito OP dalam Via Whatapps.

Perkenalan Diakon Aries OP dan Romo Bien OP

Dalam perayaan Paskah itu juga, Diakon Aries OP bersama Romo Bien OP juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri mereka yang mulai bermisi di Pontianak dan sekitarnya.

Diakon Aris memperkenalkan dirinya sebagai seorang diakon Ordo Dominikan (OP) yang ditugaskan di Pontianak.

Baca Juga: Bandara Supadio Pontianak Resmi Turun Kelas Menjadi Bandara Domestik, Begini Dampak Signifikan bagi Kalimantan Barat

Demikian juga Romo Bien OP memperkenalkan diri dan memberikan pesan pendek bahwa dia senang bisa ditugaskan di Kalimantan Barat.

“ Saya senang ditugaskan di Kalimantan dan ingin bersahabat dengan semua,” kata Romo Bien OP.

Sedikit informasi Romo Bien OP sampaikan dan menjadi ingatannya yaitu tentang pengalaman dia pertama kali datang di Kalimantan Barat persis tahun 2006 untuk menemani para Romo Dominikan lainnya untuk meninjau kemungkinan memulai misi di Indonesia.

Dalam pengakuannya itu, setelah mengalami perjalanan yang Tuhan tunjukkan kepada Ordo Dominikan sekarang dia mau menemani perjalanan hidup para anggota keluarga besar Ordo Dominikan bersama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) di Kalimantan Barat. ***

Halaman:

Tags

Terkini