Romo Robini Beberkan Peran Uskup Agung Mgr Agustinus Dibalik Berdirinya Unika Santo Agustinus Hippo

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:38 WIB
Propinsial Ordo Dominikan (OP) dari Filipina memotong bambu menggunakan tangkitn sebagai tanda grand launching Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Ngabang, Landak, Kamis 29 September 2022. (IST/Humas dan Dokumentasi USA)
Propinsial Ordo Dominikan (OP) dari Filipina memotong bambu menggunakan tangkitn sebagai tanda grand launching Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Ngabang, Landak, Kamis 29 September 2022. (IST/Humas dan Dokumentasi USA)

PONTIANAKGLOBE, PONTIANAK – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (USA) baru saja menggelar grang launching pada Kamis, 29 September 2022 lalu.

Ada peran sejumlah pihak, sehingga universitas katolik (Unika) satu-satunya dan pertama di Kalimantan Barat (Kalbar) dan wilayah Gerejawi Keuskupan Agung Pontianak tersebut terbentuk.

Ketua Yayasan Landak Bersatu, Dr Johanes Robini Marianto SFil MA OP, atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Romo Robini Marianto OP, membeberkan awal mula terbentuknya Unika Santo Agustinus Hippo.

"Awalnya itu mulai daripada kepemimpinan Bapak Uskup untuk melihat mengenai pendidikan di Kalimantan Barat terutama bagi mereka yang tidak bisa ke kota, tapi banyak sekali yang butuh pendidikan tinggi di daerah pinggiran dan akan dibentuk tim. Tapi saat itu monotolium," katanya, seperti yang dikirim tim Humas dan Dokumentasi Unika Santo Agustinus Hippo atau USA.

BACA JUGA: Santo Paus Yohanes XXIII Pencetus Konsili Vatikan II

BACA JUGA: Doa Santo Kenneth Selamatkan Santo Kolumbanus dari Amukan Badai di Lautan

Romo Robin kembali menambahan, "Kemudian Bapak Adrianus Asia Sidot menawarkan STKIP Pamane Talino di Ngabang sebagai cikal-bakal berdirinya Universitas Katolik ini."

Romo Robini menjelaskan konsep awal berdirinya Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo ini dimentoring langsung oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus.

"Konsep dari awal dari Bapak Uskup Agung Pontianak adalah mendirikan sebuah perguruan tinggi yang bermutu bagus untuk orang-orang yang tidak bisa ke kota sehingga bisa ke tempat yang bisa dijangkau," katanya.

Selain itu ia juga berharap Universitas ini dapat berkembang dan maju sehingga banyak yang bisa sekolah di situ. Selain dapat menolong mereka yang tak bisa ke Kota juga dapat menjadi Universitas yang bermutu.

"Harapannya ke depan tentunya universitas ini berkembang dan banyak sekali yang bisa sekolah di situ dan menolong orang-orang yang mungkin tidak bisa ke kota awalnya. Tapi juga kita memikirkan harapannya banyak orang yang juga dari kota mau kuliah di sana," katanya.

"Sebagai contoh juga misalnya Universitas Kristen Satya Wacana itukan ada di Salatiga. Salatiga itukan awalnya bukan kota besar tapi karena pendidikannya bermutu orang melirik, juga harapannya kita sampai ke level itu," tambahnya.

Ia mengatakan, perlu diketahui sekolah tinggi, kampus, atau universitas di Amerika dan Eropa bukan terdapat di kota-kota besar melainkan di kota kecil dan hanya di Indonesia saja yang di kota besar.

"Keunggulan dari kita adalah pendidikan Katoliknya juga keunggulan kita adalah adanya jurusan yang kita dirikan dan salah satunya logistik," katanya.

"Selain penting, kebutuhan tenaga logistik juga di Indonesia juga sangat tinggi dan kita ada di nomor tujuh di Indonesia," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X