Romo Andre OP di Perayaan Paskah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo; “Roti Yang Hidup”

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 25 April 2024 | 15:10 WIB
Perayaan Misa Paskah Bersama itu kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Paskah Bersama dengan mencari telur Paskah. 2024 (San Agustin)
Perayaan Misa Paskah Bersama itu kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Paskah Bersama dengan mencari telur Paskah. 2024 (San Agustin)

PONTIANAKGLOBE.COM, LANDAK -- Bertempat di Kapelan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kabupaten Landak tepat pada 17 April 2024 dalam perayaan Paskah yang diselenggarakan di Kapelan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

Romo Andreas Kurniawan OP memberikan homilinya sebagai bentuk pengolahan hati banyak mahasiswa yang hadir kala itu.

Dalam homili yang disampaikan di hadapan lebih dari seratus orang, Romo Andre OP memaparkan makna mendalam dari kutipan Alkitab, "Akulah roti yang hidup" (Yohanes 6:35).

Baca Juga: Kapal Pelni KM Bukit Raya Terbakar di Muara Sungai Kapuas, Penumpang Panik!

Dia juga mengisahkan bahwa panggilannya untuk menjadi seorang Imam Dominikan terinspirasi oleh kebiasaan seorang Imam Italia yang setiap hari memberikan roti kepada mereka ketika dia masih belajar dan menjadi seorang misdinar.

Hal itulah yang membawa Romo Andre OP pada refleksi akan makna sejati dari roti yang hidup.

Sentuhan kemanusiaan yang membawanya masuk dalam pelayanan hingga menjawab panggilannya untuk mengikuti jejak Imam Ilatia kala itu.

Makna roti hidup yang Romo Andre OP tekankan lebih pada pemaknaan tentang mendalami penghayatan iman dalam refleksi yang dimulai dari apa yang dimiliki saat ini.

“Roti yang biasa kita makan hanya memuaskan kelaparan sementara, namun roti yang Yesus berikan kepada kita adalah "roti yang hidup", yang dapat memuaskan jiwa kita dan memberikan kita hidup yang kekal. Melalui sakramen Ekaristi, Yesus memberikan Tubuh dan Darah-Nya kepada umat-Nya, sehingga kita dapat hidup bersama-Nya dan memperoleh kehidupan yang kekal,” kata Romo Andre OP saat menyampaikan homili.

Baca Juga: 5 Jam Tangan Seiko dengan Harga Sekitar 5 Juta Rupiah yang Layak Kamu Beli di Tahun 2024

Mencari telur Paskah

Dalam tradisi Gereja Katolik, setiap perayaan Paskah memiliki momentumnya sendiri.

Semua umat yang terlibat dalam perayaan Paskah tentunya tak asing tentang apa yang disebut telur Paskah.

Dalam keberagaman perayaan itulah kemudian yang menjadi kebiasaan hampir semua Gereja Katolik melakukan kegiatan serupa, mulai dari kegiatan-kegiatan ringan hingga pencarian telur Paskah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X