PONTANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Keputusan Menteri Perhubungan, KM 31 Tahun 2024, telah mengubah status Bandara Supadio Pontianak dari bandara internasional menjadi bandara domestik.
Kementerian Perhubungan memutuskan untuk mencabut status internasional dari Bandara Supadio, yang memberikan dampak signifikan bagi Kalimantan Barat.
Pj Gubernur Kalimantan Barat, dr Harisson MKes, telah menerima laporan tentang keputusan ini.
Dalam pernyataannya, Harisson menyampaikan bahwa salah satu alasan di balik keputusan ini adalah untuk mengendalikan pengeluaran devisa negara.
Menurutnya, adanya banyak bandara internasional di Indonesia memudahkan warga untuk berpergian ke luar negeri, menghabiskan devisa dalam perjalanan, berbelanja, dan berlibur di luar negeri.
Meskipun pemahaman ini dipahami dari sudut pandang kebijakan nasional, Harisson juga mengakui bahwa ada kekhawatiran terkait dampak sosial di masyarakat Kalimantan Barat.
Khususnya, terkait pelayanan kesehatan di Malaysia (Kuching-Sarawak).
Baca Juga: Romo Andre OP di Perayaan Paskah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo; “Roti Yang Hidup”
Banyak warga Kalimantan Barat yang mengandalkan pelayanan kesehatan di sana, dan hal ini perlu dipertimbangkan dalam kebijakan tersebut.
Dengan berubahnya status Bandara Supadio menjadi bandara domestik, Kemenhub menegaskan bahwa bandara ini tidak akan lagi melayani penerbangan internasional.
Keputusan ini diumumkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, pada Kamis, 25 April 2024. ***
Artikel Terkait
Kabar Duka Novyan Samyoga Meninggal Dunia Karena Sakit, Pernah Jabat Danlanud Supadio
Wisatawan Mancanegara ke Kalbar Sebanayak 5.846 Kunjungan Februari 2023, Melalui Supadio Hanya 1 Kunjungan
Antarnegara: Junko Seriguci Jepang dan Tim Unika St. Agustinus Hippo ke Stasiun Meteorologi Supadio
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Singkawang di Kalbar, Ternyata Segini Biaya Pembangunannya
Presiden Jokowi Meresmikan Bandara Singkawang, Langkah Penting Pembangunan Infrastruktur di Kalbar
Puncak Arus Balik di Kalbar: Lebih dari 8.000 Penumpang Gunakan Penerbangan di Bandara Supadio Dalam Sehari