Padre Markus Solo Kewuta SVD Terima Anugerah PWKI di Vatikan, Penghargaan untuk Pejuang Perdamaian

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 21 Maret 2025 | 18:40 WIB
PENYERAHAN - Sekretaris Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KOMLIT - KWI) Rm Riston Situmorang OSC (Kiri) menyerahkan Anugerah Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) „TERIMAKASIHKU KEPADAMU“ kepada Rm Markus Solo Kewuta SVD di Vaikan, Rabu, 19 Maret 2025. (Dok. PWKI)
PENYERAHAN - Sekretaris Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KOMLIT - KWI) Rm Riston Situmorang OSC (Kiri) menyerahkan Anugerah Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) „TERIMAKASIHKU KEPADAMU“ kepada Rm Markus Solo Kewuta SVD di Vaikan, Rabu, 19 Maret 2025. (Dok. PWKI)

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari wartawan Katolik Indonesia terhadap mereka yang telah berkontribusi bagi keharmonisan antarumat beragama.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mulai Pulih Perlahan, Dukungan Doa Mengalir dari Seluruh Dunia Termasuk Warga Argentina yang Berkumpul di Buenos Aires

"Saya serahkan penghargaan dari KWI, titipan dari Romo Aloysius Budi Purnomo kepada Romo Markus Solo Kewuta SVD. Semoga menjadi berkat bagi kita semua," ujar Romo Riston saat menyerahkan plakat penghargaan di Vatikan.

Romo Markus menyambut penghargaan ini dengan penuh syukur.
"Terima kasih Romo Riston, terima kasih teman-teman PWKI, dan terima kasih Romo Budi atas penghargaan ini. Saya sangat bersukacita. Tuhan memberkati," ujarnya saat menerima plakat tersebut.

Si Vis Pacem, Para Panem

PWKI, yang didirikan pada 28 Januari 2005, saat ini dipimpin oleh Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua) dan Mercy Tirayoh (Wakil Ketua).

Acara Buka Tahun Baru Bersama PWKI Ke-18 diawali dengan Misa Ekaristi, yang dipimpin oleh Romo Adi Prasodjo Pr (Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta), Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, dan Romo Heri Wibowo Pr.

Tema yang diangkat dalam perayaan tahun ini adalah "Pangan untuk Semua", sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan.

PWKI mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan langkah-langkah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan.

Baca Juga: Meneladani Semangat Mgr. Agustinus Agus: 25 Tahun Pengabdian Gembala Umat

Pendiri sekaligus Penasihat PWKI, AM Putut Prabantoro, menekankan pentingnya mengubah paradigma terkait perdamaian.

Menurutnya, dunia selama ini mengenal istilah "Si Vis Pacem, Para Bellum" yang berarti "Jika Anda ingin damai, bersiaplah untuk perang." Namun, ia menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak lahir dari konflik, melainkan dari kesejahteraan bersama.

"Dalam konteks perdamaian saat ini, kita harus mengganti pemikiran lama dengan Si Vis Pacem, Para Panem—Jika Anda ingin damai, siapkanlah roti (pangan/kesejahteraan). Sebab, kesejahteraan adalah ujung dari perdamaian. Perang dan konflik tidak akan pernah menawarkan perdamaian sejati," tegas Putut Prabantoro. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X