Harapan dan Keajaiban Masa Advent Menuju Natal

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 9 Desember 2024 | 15:47 WIB
Gambar Lilin (pikbest)
Gambar Lilin (pikbest)

PONTIANAKGLOBE.COM | Masa Advent, yang sering dipahami sebagai waktu persiapan untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, lebih dari sekadar perayaan. Bagi Paus Benediktus XVI, masa ini juga mengandung tantangan rohani yang mendalam, bahkan bisa menjadi masa peperangan rohani yang intens.

Masa Advent bukan hanya tentang menantikan kelahiran Kristus, tetapi juga tentang kesadaran akan perjuangan rohani yang kita hadapi dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan kegelapan. Dengan berdoa dan memohon kedatangan Kristus, kita mengundang terang-Nya untuk menembus kegelapan dalam hidup kita dan dunia ini.

Seruan kita, "Datanglah, Tuhan Yesus," adalah harapan agar kedamaian, kebenaran, dan terang-Nya hadir dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dalam salah satu audiensi umum pada tahun 2008, Paus Benediktus XVI mengungkapkan bahwa Masa Advent bisa menjadi masa kegelapan, yang hanya dapat diterangi oleh terang Kristus. Meskipun mungkin tidak seberat masa Prapaskah, Advent tetap memiliki tantangan rohani yang harus dihadapi oleh umat Kristiani.

Masa Advent mengingatkan kita bahwa dunia ini masih diliputi oleh kegelapan rohani yang memerlukan terang Kristus.

Paus Benediktus XVI dalam audiensi umum tersebut menegaskan bahwa "Masa Advent juga berarti antisipasi. Malam gelap kejahatan masih kuat."

Di belahan dunia utara, kegelapan yang datang dengan musim dingin, di mana hari-hari menjadi lebih pendek dan malam lebih panjang, menjadi gambaran nyata tentang pertempuran antara terang dan gelap dalam kehidupan rohani. Kegelapan ini adalah simbol dari kejahatan yang berusaha menguasai dunia, sementara hanya terang Kristus yang bisa menaklukkannya.

Paus Benediktus XVI juga mengaitkan hal ini dengan perayaan Paskah, yang dimulai dalam kegelapan dan diakhiri dengan terang lilin Paskah. Lilin ini melambangkan Kristus, Sang Terang Dunia, yang mengalahkan kegelapan.

Dalam homilinya pada tahun 2011, Paus menyatakan bahwa "cahaya Lilin Paskah berubah menjadi gelombang cahaya" yang menggambarkan Kristus sebagai "bintang fajar sejati yang tidak pernah terbenam," yaitu Tuhan yang Bangkit dan membawa terang bagi dunia.

Paus Benediktus XVI mengajak umat untuk berdoa dalam semangat Advent, memohon agar Tuhan Yesus datang ke dalam dunia yang penuh kegelapan ini.

Salah satu doa tradisional dalam masa Advent adalah "Rorate caeli desuper" (Turunkanlah hujan ke atas kami), sebuah permohonan agar Tuhan datang membawa terang dan kebaikan bagi dunia yang dipenuhi dengan kepalsuan, kekerasan, ketidakadilan, dan ketidaktahuan akan Allah.

Seruan "Datanglah, Tuhan Yesus!" adalah doa utama dalam masa Advent, yang mengingatkan kita akan kebutuhan akan Kristus, Sang Terang Dunia, dalam hidup kita sehari-hari.

Paus Benediktus XVI menyampaikan bahwa dalam masa ini kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh: "Datanglah Yesus; datanglah, berikanlah kuasa kepada terang dan kebaikan; datanglah ke tempat di mana kepalsuan, ketidaktahuan akan Allah, kekerasan, dan ketidakadilan merajalela."

Dalam doa ini, umat diingatkan untuk membuka hati dan hidup mereka agar menjadi pembawa terang dan damai di dunia ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Rekomendasi

Terkini

X