pontianak-insights

Geger Pocong di Lamongan Ternyata Cuma Prank Remaja FOMO

Minggu, 24 Mei 2026 | 20:04 WIB
Viral video pocong di depan rumah warga di Lamongan, Jawa Timur. (Dok. Instagram/polres.lamongan)

PONTIANAKGLOBE.COM, LAMONGAN -- Isu kemunculan “pocong” yang sempat membuat resah warga di sejumlah wilayah Tangerang kini merembet ke daerah lain, termasuk Lamongan, Jawa Timur. Sebuah video yang memperlihatkan penampakan sosok pocong di depan rumah warga di kawasan Tumenggungan, Lamongan, viral di media sosial dan disebut-sebut direkam pada Jumat (22/5/2026). 

Dalam video tersebut, terlihat sosok yang menyerupai pocong berdiri di depan rumah warga. Perekam video kemudian mengarahkan cahaya senter ke arah sosok itu yang tampak bergerak mengangguk berulang kali. Suasana panik terdengar dari suara perekam yang meminta untuk segera lari.

“Siapa itu? Lari, lari!” ujar perekam video, dikutip dari unggahan akun Instagram @polres.lamongan pada Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Skandal WO Marwah Terungkap, Puluhan Pengantin Diduga Jadi Korban Penipuan

Setelah video tersebut viral dan memicu keresahan, pihak Polres Lamongan turun tangan melakukan penyelidikan. Hasilnya, “penampakan” pocong itu ternyata bukan hal mistis, melainkan ulah dua remaja yang sengaja membuat konten prank.

Kedua remaja berinisial MAB dan MMA mengaku membuat video tersebut karena ikut tren media sosial dan hanya ingin menakut-nakuti teman mereka. Aksi itu disebut dilakukan tanpa niat lain selain iseng.

“Itu, untuk nge-prank teman-teman, bercanda itu. Tidak niat mencuri,” kata salah satu anak tersebut.

Dalam pengakuannya, keduanya juga membagi peran saat membuat video tersebut. Satu orang bertugas merekam, sementara satu lainnya memakai kostum pocong dari dua sarung putih untuk berperan sebagai sosok dalam video.

“Saya ngevideo, terus ini yang jadi pocong. Pakai sarung, buat status WhatsApp, nggak tahu kok bisa menyebar,” ucap MAB saat dimintai keterangan oleh polisi.

Keduanya mengaku merekam aksi tersebut sekitar pukul 02.30 WIB setelah pulang futsal. Mereka juga menegaskan tidak ada pihak lain yang menyuruh melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Ayah Tiri di Surabaya Ditahan, Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Bikin Geram Publik

Polres Lamongan kemudian memberikan pembinaan kepada kedua remaja tersebut karena masih di bawah umur. Proses pembinaan turut melibatkan orang tua dan perangkat lingkungan setempat.

“Dikarenakan kedua pelaku masih di bawah umur, maka kepolisian mengambil tindakan untuk dilakukan pembinaan dan diberikan edukasi,” kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid.

Keduanya juga telah membuat surat pernyataan dan meminta maaf serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan.***

Tags

Terkini