Rumah ibadah berdiri berdampingan, tradisi budaya berkembang bersama, dan berbagai perayaan etnis menjadi bagian dari kalender kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Siasat Atur Gaji UMR Pakai Metode Lemari Kosong, Budgeting Praktis Anti Ribet
Keberagaman yang hidup di Kalbar juga kerap menarik perhatian banyak pihak dari luar daerah.
Tidak sedikit yang datang untuk mempelajari bagaimana masyarakat menjaga hubungan sosial di tengah latar belakang budaya yang berbeda.
Ketua Komisi Komsos Keuskupan Malang, RD Stephanus Jemmy Fantaw, menilai pengalaman mengunjungi rumah-rumah budaya di Pontianak memberi pelajaran penting mengenai persaudaraan.
“Mereka mengembangkan spiritualitas dan semangat hidup yang positif sehingga mempererat persaudaraan. Nilai-nilai seperti ini penting diperkenalkan secara luas agar menjadi inspirasi di tengah keberagaman Indonesia,” katanya.
Kunjungan peserta PKSN XIII berlangsung di tengah tema besar kegiatan yang mengangkat pentingnya menjaga wajah dan suara manusia di era digital.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat, pengalaman berjumpa langsung dengan masyarakat menjadi pengingat bahwa hubungan antarmanusia tetap memiliki peran yang tidak tergantikan.
Bagi para peserta, Pontianak tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah agenda nasional.
Kota ini juga menghadirkan pelajaran tentang bagaimana keberagaman dapat tumbuh menjadi kekuatan ketika dirawat melalui budaya, dialog, dan kehidupan bersama.
Di rumah-rumah budaya yang mereka kunjungi, para peserta menemukan bahwa harmoni bukan sekadar slogan.
Harmoni hidup dalam tradisi, dalam cara masyarakat menyambut tamu, dan dalam kebiasaan hidup berdampingan yang telah lama menjadi bagian dari wajah Kalimantan Barat. ***
Artikel Terkait
Nikmati Keragaman Budaya, Peserta PKSN XIII Sambangi Komunitas Etnis di Pontianak
Kampung Caping Pontianak, Saat Budaya Melayu dan Kepedulian Lingkungan Bertemu
Pegiat Media Gereja Belajar 'Wajah dan Suara' Lokal dari Tiga Etnis Kalimantan Barat
Rumah Hakka Pontianak, Merawat Persatuan Lewat Warisan Budaya
Rumah Betang, Warisan Dayak yang Mengajarkan Arti Hidup Bersama
Saprahan dan Bepapas, Kearifan Melayu yang Menyatukan Orang dalam Kebersamaan