PONTIANAKGLOBE.COM, VATICAN CITY -- Paus Leo XIV merilis ensiklik pertamanya berjudul Magnifica Humanitas: Tentang Melindungi Pribadi Manusia di Zaman Kecerdasan Buatan pada Senin (25/5/2026) di Aula Paulus VI, Vatikan.
Melalui dokumen tersebut, Paus menyerukan agar perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diarahkan untuk melayani manusia, menjaga martabat kemanusiaan, menegakkan keadilan sosial, mempromosikan kebenaran, serta mendukung perdamaian dunia.
Baca Juga: KWI Ingatkan Tantangan Bangsa: Dari Ketimpangan Sosial hingga Ancaman terhadap Demokrasi
Penerbitan ensiklik ini bertepatan dengan peringatan 135 tahun ensiklik Rerum Novarum yang diterbitkan oleh pada 1891.
Dokumen bersejarah tersebut membahas hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha, hak atas kepemilikan pribadi, serta kritik terhadap kapitalisme yang tidak terkendali maupun komunisme.
Pada masanya, Rerum Novarum menjadi respons Gereja Katolik terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul akibat Revolusi Industri.
Dunia saat itu mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi berbasis batu bara dan mesin uap yang mengubah tatanan ekonomi serta kehidupan masyarakat.
Urbanisasi besar-besaran, kondisi kerja yang berat, upah rendah, hingga kesenjangan sosial yang semakin lebar menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat.
Di sisi lain, muncul berbagai gerakan sosial dan politik yang menawarkan perubahan radikal terhadap sistem ekonomi yang berlaku.
Melalui Magnifica Humanitas, Gereja Katolik kembali menyampaikan refleksi moralnya terhadap perubahan besar yang sedang berlangsung, kali ini dalam era kecerdasan buatan.
AI dan Tantangan Baru Peradaban
Dalam pidatonya saat peluncuran ensiklik, menyebut dokumen tersebut sebagai tanggapan Gereja terhadap tantangan etis dan sosial yang muncul akibat perkembangan AI.
Ia menegaskan bahwa teknologi tidak boleh digunakan sebagai alat dominasi, diskriminasi, maupun perang.
Menurut Paus, penyusunan ensiklik dilakukan setelah mendengarkan pandangan berbagai kalangan, mulai dari ilmuwan, insinyur, pendidik, pemimpin politik hingga keluarga yang mengkhawatirkan masa depan generasi muda.
Artikel Terkait
Kata-kata Paus Leo XIV yang Bikin Romo Aloys Budi Serasa Terbang ke Langit!
Patung Yusuf Arimatea Karya Anak Indonesia untuk Paus Leo XIV
Padre Marco Solo: Refleksi Perdamaian Paus Leo XIV Melawan Perang
Ketua KWI Apresiasi Misi PWKI ke Vatikan: Bertemu Paus Leo XIV hingga MoU Bahasa Indonesia
Paus Leo XIV Serukan Doa untuk Perdamaian Lebanon dan Timur Tengah
ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan 'Menara Babel'