Gubernur Kalbar Siapkan Regulasi Ramah Ekspor untuk Penangkar Arwana

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 25 Mei 2026 | 05:00 WIB
Ikan arwana atau siluk akan jadi komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi, Gubernur Kalbar Ria Norsan berkomitmen memberikan dukungan.  (Dok. Pontianak Globe)
Ikan arwana atau siluk akan jadi komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi, Gubernur Kalbar Ria Norsan berkomitmen memberikan dukungan. (Dok. Pontianak Globe)

Menurutnya, tingginya permintaan pasar terhadap ikan arwana turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui aktivitas perdagangan dan ekspor.

Baca Juga: WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Acara Pernikahan Batal

“Ini tentu berdampak pada peningkatan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya dari sektor ekspor,” ujarnya.

Ia menyebut volume ekspor arwana Kalbar saat ini mencapai sekitar 150 ribu ekor per tahun.

Ikan yang dipasarkan ke luar negeri umumnya berusia dua hingga empat bulan dengan kisaran harga Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor, bergantung pada kualitasnya.

Pemprov Kalbar berharap sektor budidaya dan perdagangan arwana dapat terus berkembang sehingga semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra Arwana Super Red terkemuka di dunia. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X