Menurutnya, tingginya permintaan pasar terhadap ikan arwana turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui aktivitas perdagangan dan ekspor.
Baca Juga: WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Acara Pernikahan Batal
“Ini tentu berdampak pada peningkatan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya dari sektor ekspor,” ujarnya.
Ia menyebut volume ekspor arwana Kalbar saat ini mencapai sekitar 150 ribu ekor per tahun.
Ikan yang dipasarkan ke luar negeri umumnya berusia dua hingga empat bulan dengan kisaran harga Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor, bergantung pada kualitasnya.
Pemprov Kalbar berharap sektor budidaya dan perdagangan arwana dapat terus berkembang sehingga semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra Arwana Super Red terkemuka di dunia. ***
Artikel Terkait
Gubernur Ria Norsan Serahkan 47 Penghargaan saat HUT RI ke-80, Intip Daftar Penerima Prestasi Kalbar
Profil Ria Norsan, dari Bupati Mempawah ke Gubernur Kalbar, Sebuah Kisah yang Inspiratif
Gubernur Ria Norsan Apresiasi 11 Tahun Pelayanan Mgr Agustinus Agus, Siap Kolaborasi dengan Mgr Samuel Oton Sidin
Meriah! Pesparani Katolik Pertama di Kalbar Resmi Dibuka, Ini Pesan Gubernur Ria Norsan
Ria Norsan Pimpin DMI Kalbar 2025–2030, JK Ingatkan Masjid Jadi Pusat Kemakmuran Umat
Ria Norsan Rombak 206 Pejabat Pemprov Kalbar, Kinerja Buruk Terancam Dicopot