Ia menegaskan permintaan maaf tidak seharusnya hanya diwakilkan oleh institusi.
"Jangan bilang minta maafnya cukup institusi. Menurut saya, siapa yang salah, siapa yang minta maaf itu tidak tepat," jelas Retno.
"Seolah kita mengajarkan kepada anak-anak kita hal yang 'eh nanti kalau kamu suatu saat bekerja dan kamu salah, tenang aja institusimu akan minta maaf'. Jadi itu bukan sesuatu yang baik," tambahnya.
Baca Juga: Tragis! 9 Penambang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Sijunjung
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani berpandangan permintaan maaf yang telah disampaikan pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR RI sudah mewakili seluruh pihak penyelenggara, termasuk para juri.
"Di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf," kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Muzani, pernyataan sikap institusi sudah cukup mewakili permintaan maaf dua dewan juri LCC tersebut.
"Itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang-perorang," tandasnya.***
Artikel Terkait
Tuai Kritik saat LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, MC Shindy Lutfiana Akhirnya Buka Suara
Josepha Alexandra cs Tiba di Jakarta usai Viral di LCC Kalbar, Dijadwalkan Bertemu Ketua MPR
Kontroversi LCC 4 Pilar MPR Kalbar Disorot Helmy Yahya, Singgung Pentingnya Mengakui Kesalahan
SMAN 1 Pontianak Tegaskan Tak Ikut Final Ulang LCC 4 Pilar MPR Kalbar, Pilih Dukung SMAN 1 Sambas, Tujuan Hanya Ini...
Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak yang Tolak Final Ulang LCC MPR Ternyata Pernah Teliti ‘Perilaku Sosial Anak’
Bertemu Wapres Gibran di Istana, Peserta LCC MPR Josepha Alexandra Dapat Motivasi hingga Trik Public Speaking