Banjir Bandang Terjang Bone, Lansia dan Bocah 5 Tahun Dilaporkan Tewas

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:16 WIB
Menyoroti bencana banjir yang melanda 2 wilayah kecamatan di Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5/2026).  (Dok. Instagram.com/@humaskorpsbrimob)
Menyoroti bencana banjir yang melanda 2 wilayah kecamatan di Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5/2026). (Dok. Instagram.com/@humaskorpsbrimob)

PONTIANAKGLOBE.COM, BONE -- Sebagian publik di Tanah Air tengah menyoroti bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5/2026). 

Dalam peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam dan terjebak di rumah saat banjir merendam permukiman warga di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Tak Bisa Temui Lucky Hakim, Pendemo di Indramayu Luapkan Amarah dengan Lempar Ular

Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan proses evakuasi dan penanganan bencana di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur yang menjadi wilayah terdampak paling parah.

"Tim SAR merespons cepat dalam penanganan banjir di Kabupaten Bone akibat curah hujan tinggi," tulis Humas Korps Brimob dalam pernyataan resminya.

Petugas gabungan diterjunkan ke sejumlah titik rawan untuk melakukan penyisiran, evakuasi warga menggunakan perahu karet, hingga menyingkirkan hambatan seperti pohon tumbang.

Kepala Operasional Basarnas Sulsel, Andi Sultan, mengatakan banjir di dua kecamatan tersebut memiliki ketinggian air bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga 2 meter.

"Terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bajoe dan Kelurahan Panyula," ujar Andi.

Menurutnya, kondisi banjir diperparah oleh fenomena air pasang laut atau rob yang menghambat aliran air menuju muara sehingga debit air meningkat drastis di kawasan permukiman.

Warga disebut sempat panik karena air datang dengan cepat dan langsung merendam rumah beserta perabotan mereka.

Andi mengungkapkan korban meninggal pertama merupakan seorang lansia berinisial N (80), warga Kelurahan Bajoe.

Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat banjir setinggi sekitar 1,5 meter masuk ke rumahnya hingga membuat dirinya terjebak.

Sementara korban kedua adalah anak berusia 5 tahun berinisial MA, warga Kelurahan Panyula.

MA diduga tenggelam saat mengikuti ayahnya dari belakang tanpa diketahui oleh sang ayah.

"Korban ditemukan 1 jam kemudian dalam kondisi tidak sadarkan diri," ungkap Andi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X