Tak Bisa Temui Lucky Hakim, Pendemo di Indramayu Luapkan Amarah dengan Lempar Ular

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:12 WIB
Menyoroti viralnya aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang diwarnai pelemparan ular oleh massa. (Dok. Instagram.com/@kualimerahputih)
Menyoroti viralnya aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang diwarnai pelemparan ular oleh massa. (Dok. Instagram.com/@kualimerahputih)

PONTIANAKGLOBE.COM -- INDRAMAYU -- Linimasa media sosial tengah ramai membahas aksi demonstrasi di Pendopo Kabupaten Indramayu yang berlangsung ricuh setelah massa melempar puluhan ular ke arah aparat keamanan.

Dalam unggahan Instagram @kualimerahputih pada Jumat (8/5/2026), terlihat sejumlah ular dilepaskan pendemo yang diduga berasal dari kelompok Aliansi Topi Jerami saat aksi unjuk rasa berlangsung di kantor Bupati Indramayu.

Baca Juga: Anggota BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Api Diduga Muncul dari Ruang Kerja

Aksi tersebut disebut dipicu karena massa tidak kunjung dapat bertemu langsung dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

"Tak bisa temui Lucky Hakim, massa luapkan kekecewaan dengan lempar ular ke arah polisi," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, suasana depan pendopo sempat memanas ketika ular-ular dilempar ke area penjagaan aparat. Massa membawa berbagai tuntutan yang berkaitan dengan persoalan lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi daerah pada aksi yang digelar Kamis, 7 Mei 2026.

Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menyebut pelemparan ular itu merupakan simbol kritik terhadap gaya kepemimpinan Lucky Hakim yang dinilai lebih banyak menghadirkan simbol dibanding solusi nyata bagi masyarakat.

"Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis," ujar Rakhmat dalam orasinya.

"Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar caper di depan kamera," lanjutnya.

Rakhmat juga menyoroti aksi Lucky Hakim yang sebelumnya sempat viral karena melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Menurutnya, tindakan tersebut bertolak belakang dengan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait persoalan sampah di Indramayu.

"Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah," tegasnya.

Ia menilai sejumlah program pemerintah daerah yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Pelindo Regional 2 Siapkan Skema Operasional Terintegrasi Kijing–Pontianak

"Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah," beber Rakhmat.

Di tengah situasi tegang tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi. Ular yang dilempar massa diketahui merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau ular kisik dan ular sawah Hypsiscopus plumbea yang tidak berbisa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X