Era AI Makin Bahaya, Qodari: Tokoh Senior Pun Bisa Tertipu

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 3 Mei 2026 | 21:27 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari merespons tegas terkait tudingan miring Amien Rais terhadap Seskab Teddy. (Dok. Instagram.com / @bakomri - @feedgramindo)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari merespons tegas terkait tudingan miring Amien Rais terhadap Seskab Teddy. (Dok. Instagram.com / @bakomri - @feedgramindo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi pernyataan Amien Rais yang menuding Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memiliki perilaku amoral.

Qodari mengaku prihatin atas pernyataan tersebut dan menilai Amien Rais justru menjadi korban informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Mesin Mati di Rel? KA Argo Bromo Tabrak Mobil Rombongan Haji di Grobogan

"Perihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai Profesor doktor telah menjadi korban hoax," kata Qodari dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026). 

Ia menjelaskan, tudingan terhadap Teddy didasarkan pada sebuah konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, yakni video berisi lagu berjudul "Aku Bukan Teddy" yang keliru ditafsirkan.

Qodari juga menyoroti kesalahan persepsi dalam video tersebut, termasuk dugaan bahwa sosok yang bernyanyi adalah Titie, yang menurutnya tidak sesuai fakta.

"Yang menyanyi itu adalah Ibu Titie, padahal kalau kita tonton video lagu aku bukan Teddy itu jelas, satu yang nyanyi bukan Bu Titie," ujarnya.

Baca Juga: 4 Nyawa Melayang! Mobil Pengantar Haji Tertabrak KA Argo Bromo

Selain itu, ia menambahkan bahwa gambar yang menampilkan sosok Titie dalam video tersebut hanyalah hasil kompilasi yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan isi lagu.

Menurut Qodari, kejadian ini menjadi peringatan serius tentang bahaya hoaks, terlebih di era kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan manipulasi konten secara semakin meyakinkan.

"Ini menjadi alarm bahaya hoaks di era AI. Bahkan tokoh senior sekalipun bisa terjebak jika tidak melakukan verifikasi secara menyeluruh," tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X