PONTIANAKGLOBE.COM, DEPOK -- Kebakaran besar melanda gudang ekspedisi milik JNE di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, dan viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (26/4/2026) itu sempat diwarnai suara ledakan yang membuat warga panik.
Dalam video yang beredar dari akun Instagram @depokfeed pada Senin (27/4/2026), terlihat seorang pengendara motor merekam situasi saat api membesar di Jalan Proklamasi. Suara ledakan terdengar hingga membuat warga dan pengendara memilih berbalik arah menjauh dari lokasi.
Baca Juga: Penyiraman Air Keras Kembali Terjadi, Keamanan Dipertanyakan
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran melahap gudang penyimpanan barang dengan luas sekitar 500 meter persegi. Meski sempat menimbulkan kepanikan, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati, menyebut petugas menerima laporan sekitar pukul 22.10 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian.
"Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WIB dengan jarak tempuh kurang lebih 1 kilometer dari pos terdekat," ujarnya.
"Sehingga waktu respons tercatat sekitar 5 menit," tambahnya.
Ia menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Api disebut pertama kali terlihat dari bagian luar gudang sebelum akhirnya membesar.
"Dari keterangan warga sekitar, api diduga pertama kali muncul dari bagian luar gudang dan kemungkinan berasal dari korsleting listrik," jelas Tessy.
Petugas gabungan dari beberapa unit pemadam langsung melakukan penanganan, mulai dari pelokalisiran api hingga proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 00.15 WIB.
Baca Juga: Sistem Keselamatan Dipertanyakan Usai Insiden Maut KRL di Bekasi Timur
Dalam insiden ini, sebanyak 10 orang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 50 warga di sekitar lokasi terdampak. Namun, tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia.
Terkait kerugian, nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp2 miliar, sedangkan kerugian akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp200 juta dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.***
Artikel Terkait
Sebulan Pascabanjir, 93 Desa di Aceh Tengah Masih Tanpa Listrik
WNI di Amsterdam Soroti Panduan 72 Jam Saat Listrik Padam
Hampir 2 Bulan Pascabanjir Aceh, Dusun Sarah Raja Masih Terisolasi Tanpa Listrik dan Air Bersih
Pemulihan Lambat? Empat Desa Aceh Tengah Masih Tanpa Listrik
SPBE Bekasi Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga