PONTIANAKGLOBE.COM, SEMARANG -- Kasus begal disertai pembacokan terhadap seorang perempuan di Semarang Timur akhirnya berhasil diungkap polisi. Dua pelaku kini telah diamankan oleh Polrestabes Semarang.
Peristiwa yang sempat viral lewat rekaman CCTV ini terjadi di Jalan Halmahera pada Minggu pagi (5/4/2026), saat korban hendak pergi ke gereja untuk merayakan Paskah.
Baca Juga: Bebas dari Kasus, Amsal Tuntut Negara 'Bayar Ganti Rugi''
Kapolrestabes Semarang, M Syahduddi, mengungkapkan bahwa pelaku utama berinisial RIF alias Dito (25) merupakan residivis yang sudah berulang kali keluar masuk penjara sejak 2019.
“Pelaku utama merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang telah berulang kali menjalani hukuman sejak tahun 2019,” ujarnya.
Dito berperan sebagai eksekutor, sementara rekannya BDS alias Weng (24) bertugas sebagai pengemudi sekaligus mengawasi situasi. Dito ditangkap di Magelang saat diduga hendak melarikan diri, sedangkan Weng diamankan di Demak.
Polisi juga berhasil menemukan barang bukti berupa pisau lipat yang digunakan dalam aksi pembacokan. Senjata tersebut ditemukan di hotel tempat pelaku bersembunyi di Magelang.
“Tim gabungan berhasil mengamankan pisau lipat dengan gagang warna coklat itu di sebuah hotel di daerah Magelang dimana Dito menginap dan bersembunyi selama pelariannya,” ungkap Syahduddi.
“Kemudian barang-bukti berupa pisau lipat dan saudara Dito dibawa ke Polrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Dari hasil penyelidikan, diketahui aksi kejahatan itu terjadi saat korban YH dijemput rekannya untuk pergi ke gereja. Pelaku mendekat dan meminta barang berharga, namun karena korban melawan, pelaku langsung menyerang dengan senjata tajam.
“Berdasarkan keterangan korban, pelaku mendekati dan meminta barang berharga, karena korban berusaha mempertahankan, pelaku kemudian melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan salah satu korban mengalami luka di bagian wajah,” jelasnya.
Baca Juga: Pegawai SPPG Joget dan Sawer di Dapur MBG Tuai Kecaman dan Tidak Terpuji.
Pelaku diketahui melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras dan berniat mencari uang secara acak.
“Sebelum melaksanakan aksinya, pada jam 2 dini hari, orang ini minum-minuman keras dan ingin minum kembali tapi tidak punya uang. Kemudian muncul niat melakukan pencurian kekerasan dengan mengambil secara acak korbannya,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan harus mendapatkan 17 jahitan.***
Artikel Terkait
Marak Aksi Begal, Berikut Tips Menghadapi Kejahatan Begal bagi Driver Ojek Online
Geger Ditemukan Jenazah Balita di Teras Masjid Singkawang, Polisi Duga Korban Pembunuhan
Rusia Peringatkan AS dan Israel, Pembunuhan Khamenei Akan Membuka ‘Kotak Pandora’
Akhir Tragis DPO Pembunuhan Mirawati, Tersangka Tewas waat Ditangkap, Keluarga Terima dengan Ikhlas
Modus Begal Terbongkar, Akuntan SPPG Aceh Utara Diduga Gelapkan Dana
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman di Bekasi