PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Batujajar, Jawa Barat, setelah mitranya, Hendrik Irawan, viral akibat aksi berjoget di dalam dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hendrik kembali menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.
“Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya meski saya udah klarifikasi,” ucapnya, dikutip pada Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Mobil Ringsek Usai Tabrak Pembatas, BYD M6 Berakhir di Kolam HI
“Saya diberhentikan oleh Ibu Nanik selaku BGN, mungkin netizen sudah merasa puas, yang penting saya udah minta maaf,” lanjutnya.
Hendrik mengakui bahwa aksi berjoget yang ia lakukan di area dapur merupakan kesalahan pribadi karena tidak mematuhi prosedur yang berlaku.
“Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru-hara. Emang sih, ini kesalahan saya karena tidak mematuhi protokol nge-dance di ruangan tempat saya yang saya tidak menyangka akan seviral ini,” ujarnya.
Video lama yang menunjukkan dirinya berjoget di area pemorsian tanpa alat pelindung diri (APD) turut kembali menjadi sorotan publik.
Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk merendahkan program MBG yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah.
“Silakan mencaci saya habis-habisan, saya tidak ada niat melecehkan program Bapak Prabowo, tidak ada sedikit pun niat saya melecehkan rakyat Indonesia,” katanya.
Dampak dari penghentian operasional tersebut juga dirasakan oleh para petugas dapur. Hendrik menyebut sekitar 150 relawan tidak dapat bekerja saat program kembali berjalan usai Lebaran.
“Dengan hujatan Anda, dengan cacian Anda, dan laporan ke BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja atau produksi pada tanggal 31 Maret,” terangnya.
Ia mengaku prihatin terhadap nasib para relawan yang sudah bersiap kembali bekerja setelah libur Lebaran.
“Saya sangat prihatin bagaimana nasib relawan saya yang bener-bener sudah semangat, karena setelah Lebaran kan keuangan juga habis. Tapi gimana lagi ya, dari BGN bilang SPPG Pangauban tidak bisa beroperasi,” tambahnya.
Hendrik juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pemesanan bahan seperti susu untuk kebutuhan penerima manfaat.
Artikel Terkait
Mahfud MD Soroti MBG: Program Penting Tapi Amburadul
Lita Gading Geram Lihat Video Joget Mitra MBG, Singgung Citra Program Rusak
Joget Rp6 Juta Viral, Hendrik Irawan Buka Suara dan Tempuh Jalur Hukum
Lita Gading Semprot Hendrik Irawan: Joget Rp6 Juta Bikin Citra MBG Rusak
Dihujat soal MBG, Hendrik Irawan Minta Maaf ke Prabowo
Dadan Hindayana Tantang Menu MBG Rasa Bintang 5 dengan Modal Rp10 Ribu