Dadan Hindayana Tantang Menu MBG Rasa Bintang 5 dengan Modal Rp10 Ribu

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 26 Maret 2026 | 08:24 WIB
Menyoroti pernyataan Kepala BGN, Dadan Hindayana yang menantang SPPG untuk menyajikan menu MBG yang berkualitas bintang 5. (Dok. Instagram.com/@nowdots)
Menyoroti pernyataan Kepala BGN, Dadan Hindayana yang menantang SPPG untuk menyajikan menu MBG yang berkualitas bintang 5. (Dok. Instagram.com/@nowdots)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik di tengah berbagai polemik yang muncul di lapangan.

Sejumlah pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didorong untuk terus meningkatkan mutu sajian, terutama setelah muncul kasus makanan yang dilaporkan tidak layak konsumsi.

Baca Juga: Di Balik Klaim 100 Persen, Warga Aceh Tamiang Masih Bertahan di Tenda

Di tengah situasi tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menantang para pengelola dapur untuk menghadirkan menu berkualitas tinggi dengan biaya tetap terjangkau.

"Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional," ujarnya.

"(Hal itu) sehingga akan keluar khas MBG yang kualitasnya sekelas bintang 5 tapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp10 ribu," lanjutnya.

Dadan menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci penting dalam pengembangan menu MBG, terutama berkaca dari pengalaman selama bulan Ramadan.

Ia menilai makanan yang disajikan tidak hanya harus bergizi dan segar, tetapi juga memiliki daya tahan lebih lama agar tetap layak dikonsumsi.

"Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadan," ucapnya.

"Kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tapi tahan lama. Nah ini tantangannya," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga sempat mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional puluhan dapur MBG di berbagai daerah.

Keputusan itu diambil setelah evaluasi nasional pada Februari 2026 menemukan sejumlah pelanggaran serius terkait standar mutu dan kelayakan makanan.

Baca Juga: Konten Joget Berujung Masalah, Pria Pemilik 7 SPPG Disorot Keras BGN

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut hingga hari ke-9 evaluasi terdapat 47 SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar.

Temuan tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian Wilayah I sebanyak 5 kasus, Wilayah II sebanyak 30 kasus, dan Wilayah III sebanyak 12 kasus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X