Guru SD Curhat MBG Datang Malam, Siswa Sampai Menunggu Lama

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:38 WIB
Menyoroti penuturan seorang guru SD di Palembang, Sumatera Selatan terkait dugaan keterlambatan pembagian paket MBG untuk siswa sekolah. (Dok. Instagram.com/@mhira_wati)
Menyoroti penuturan seorang guru SD di Palembang, Sumatera Selatan terkait dugaan keterlambatan pembagian paket MBG untuk siswa sekolah. (Dok. Instagram.com/@mhira_wati)

PONTIANAKGLOBE.COM, PALEMBANG -- Curhatan mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial setelah diunggah seorang guru sekolah dasar di Palembang.

Guru tersebut adalah Mhira Wati yang mengajar di SD Indo Pertiwi Palembang, Sumatera Selatan.

Melalui akun Instagram pribadinya, @mhira_wati pada Jumat (13/3/2026), ia menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat pembagian paket MBG di sekolahnya.

Baca Juga: Seleksi Perangkat Desa Diprotes, Kades Mengaku Dipukul Massa

Dalam unggahan tersebut terlihat sejumlah siswa masih menunggu hingga pukul 19.47 WIB demi menerima paket makanan yang diperuntukkan untuk empat hari ke depan.

Kedatangan mobil pengantar MBG pada malam hari itu langsung menuai kritik dari guru tersebut karena dinilai jauh melewati jam sekolah.

"Pertama kali dalam sejarah di sekolah saya, MBG untuk 4 hari tiba di sekolah jam 19.47 WIB malam," tulis Wati dalam unggahannya.

Ia mengungkapkan para siswa dan orang tua harus menunggu cukup lama di sekolah hingga paket makanan tersebut datang.

"Kasihannya siswa dan orang tua yang menunggu," ujarnya.

Selain itu, keterlambatan distribusi membuat para guru harus tetap berada di sekolah hingga malam hari untuk memastikan pembagian berjalan selesai.

"Lebih kasihan lagi guru pulang jam 21.00 lebih," tambah Wati.

"Mau ditolak tapi kasihan bagi yang sudah lama menunggu," lanjutnya.

Dalam keterangannya, Wati juga menggambarkan situasi pembagian MBG yang menurutnya cukup memprihatinkan.

Kerumunan siswa dan orang tua membuat suasana menjadi tidak tertib hingga memicu kelelahan bagi sebagian anak.

"Rusuh, capek, berantakan, siswa ada yang pingsan," tulisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X