Prabowo Subianto Pastikan Jemaah Haji Indonesia Aman Hadapi Geopolitik Timur Tengah

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56 WIB
Foto: Dahnil Anzar Simanjuntak.  ( Dok. Istimewa )
Foto: Dahnil Anzar Simanjuntak. ( Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama pemerintah menjelang musim haji 2026, mengingat dinamika situasi geopolitik di Timur Tengah.

Instruksi tersebut disampaikan melalui Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak setelah menghadiri acara Nuzulul Qur'an di Istana Negara pada Selasa (10/03/2026)..

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi di Peringatan Nuzulul Qur’an

“Negara bertanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan keselamatan jemaah. Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jamaah haji. Itu yang paling penting,” ujar Dahnil.

Pemerintah tengah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi perkembangan situasi yang dinamis di kawasan Timur Tengah. Keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 22 April 2026, asalkan kondisi memungkinkan.

“Petunjuk Presiden, siapkan berbagai skenario. Orientasi utamanya adalah memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan haji nanti bulan April,” jelas Dahnil.

Skenario keberangkatan jemaah akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat, termasuk opsi tetap memberangkatkan jemaah sesuai jadwal atau menunda keberangkatan bila situasi dianggap berisiko.

Selain itu, Kementerian Haji juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Salah satu pertimbangan yang disampaikan adalah kemungkinan penundaan perjalanan jika kondisi keamanan belum aman.

Baca Juga: Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, 22 Orang Tiba Selamat di Indonesia

Pemerintah menyiapkan setidaknya empat skenario, termasuk opsi perubahan rute penerbangan untuk menghindari wilayah yang berpotensi berisiko, seperti jalur selatan atau rute melalui Afrika. Skenario lain adalah menunda keberangkatan seperti yang pernah dilakukan selama pandemi COVID-19, apabila keselamatan jemaah terancam.

Dahnil menekankan bahwa faktor biaya bukan menjadi pertimbangan utama. Presiden menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji harus ditempatkan di atas segala hal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X