PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kemeriahan Cap Go Meh 2026 di kawasan Diponegoro semakin terasa saat murid-murid TK-SD Cahaya Mentari (Sunshine) tampil percaya diri dengan kostum berwarna cerah dan gerakan kompak di hadapan ratusan penonton.
Pada Senin, 2 Maret 2026, suasana kawasan Diponegoro semakin meriah dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026.
Baca Juga: TK-SD Cahaya Mentari Tanamkan Percaya Diri Anak Lewat Perayaan Imlek 2026
Di tengah kemeriahan tersebut, murid-murid dari TK-SD Cahaya Mentari (Sunshine) turut ambil bagian dengan menampilkan pertunjukan yang penuh energi dan kekompakan.
Dengan kostum yang rapi dan berwarna cerah, anak-anak tampil kompak dan penuh semangat.
Gerakan yang selaras serta ekspresi ceria menunjukkan kesungguhan mereka dalam mempersiapkan penampilan.
Suasana panggung terbuka di tengah perayaan budaya memberikan pengalaman baru yang berharga bagi anak-anak.
Anak-anak terlihat menikmati setiap momen di atas panggung.
Mereka tampil lebih berani dan semakin percaya diri. Beberapa bahkan tampak aktif melambaikan tangan dan tersenyum kepada penonton.
Pengalaman tampil dalam acara budaya masyarakat membuat mereka merasa bangga dan senang.
Orangtua merasa bahagia melihat anak-anak dapat berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat yang besar.
Mereka menilai pengalaman ini membantu membentuk karakter anak menjadi lebih berani, mandiri, dan mampu beradaptasi di lingkungan yang lebih luas.
Para guru TK-SD Cahaya Mentari (Sunshine) menilai kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran nyata di luar kelas. Anak-anak belajar menjaga kekompakan, disiplin, serta tetap fokus meskipun berada di tengah suasana ramai.
Kepala Sekolah TK, Mr Wijaya, menyampaikan rasa bangganya terhadap murid-murid yang telah tampil dengan penuh semangat.
Artikel Terkait
Dugaan Jeruk Busuk, Sekolah Tolak Paket MBG
Detik-Detik Penambang Terjebak Lahar Dingin Merapi
Guru di Blitar Keluhkan Aturan Kantong MBG Saat Ramadan
Puding MBG Berbelatung, Julfa Hannan Akui Lalai
Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Persatuan di Tengah Krisis Global
AHY: Pembangunan Tak Boleh Hanya untuk Kota Besar