Festival Mooncake di SD Cahaya Mentari Pontianak, Serunya Anak-Anak Nikmati Kue Bulan, Lampion, dan Belajar Toleransi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:38 WIB
Festival Mooncake di SD Cahaya Mentari jadi momen belajar budaya sekaligus merayakan kebersamaan. (Dok. Angel Rusminta)
Festival Mooncake di SD Cahaya Mentari jadi momen belajar budaya sekaligus merayakan kebersamaan. (Dok. Angel Rusminta)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- SD Swasta Cahaya Mentari di Pontianak setiap tahunnya menggelar perayaan Festival Mooncake.

Sebagai kota yang dihuni beragam etnis, yakni Dayak, Tionghoa, dan Melayu, Pontianak menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.

Baca Juga: Kegiatan Bakti Sosial KB-TK Cahaya Mentari atau Sunshine, Kunjungi Panti Asuhan Al-Hidayah Pontianak

Tahun ini, sekolah mengangkat tema “月儿圆,梦儿甜 - Bulan Bundar Bercahaya, Mimpi Indah nan Manis”.

Dalam perayaan tersebut, para siswa diajak menikmati mooncake, bermain permainan tradisional, hingga belajar nilai-nilai budaya yang terkandung dalam festival.

Zhang Laoshi, guru Mandarin asal Tiongkok, menyampaikan harapannya agar murid-murid dapat mengenal lebih dalam budaya Tionghoa sekaligus tetap bangga pada budaya Indonesia.

“Semoga anak-anak menjadi jembatan kecil yang mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok. Yang terpenting, mereka tumbuh sehat, bahagia, dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga: Event Cupid Party Day, Sekolah KB-TK Cahaya Mentari Bernuansa Pink. Begini Makna dan Tujuannya

Kepala Sekolah SD Swasta Cahaya Mentari, Ibu Mery, menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya sekadar kegiatan budaya, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap budaya mengajarkan nilai luhur, seperti kebersamaan, rasa syukur, dan saling menghargai. Festival Mooncake menjadi kesempatan indah untuk mengenalkan budaya Tionghoa sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kebhinekaan Indonesia. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, toleran, dan penuh kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, Festival Mooncake sendiri merupakan tradisi penting masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Baca Juga: Siswa KB-TK Cahaya Mentari Pontianak Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Bhakti Luhur ALMA

Perayaan yang jatuh pada hari ke-15 bulan kedelapan kalender lunar ini dianggap istimewa karena bertepatan dengan purnama penuh. Tahun ini, festival jatuh pada Senin, 6 Oktober 2025.

Lebih dari sekadar menyantap kue bulan yang manis, Festival Mooncake mengandung makna kebersamaan keluarga, rasa syukur atas hasil panen, dan perayaan harmoni dengan alam.

Pada malam purnama, keluarga berkumpul, berbagi mooncake, menikmati buah segar, menatap bulan, hingga bermain lampion.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X