Harmoni Imlek Nusantara, Diplomasi Budaya Makin Kuat

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 27 Februari 2026 | 11:34 WIB
Diplomasi Kuda Api Indonesia - Tiongkok di Imlek Festival 2577 (Dok. Ist)
Diplomasi Kuda Api Indonesia - Tiongkok di Imlek Festival 2577 (Dok. Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pertukaran maskot Kuda Api mewarnai Imlek Festival 2577 di Jakarta, menjadi simbol diplomasi kreatif antara Indonesia dan Tiongkok. Momen ini dipimpin Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2577, Irene Umar, bersama Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Wang Siping.

Dalam prosesi tersebut, Irene menegaskan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, melainkan juga perayaan persahabatan dua bangsa.

“Kita tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga merayakan persahabatan. Pertukaran maskot Kuda Api ini menjadi simbol kedekatan Indonesia dan Tiongkok, bukan hanya people to people, tetapi juga mascot to mascot,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026). 

Baca Juga: Palestina Resmi Buka Kantor Penghubung, Sinyal Serius ke Board of Peace

Pertukaran maskot Kuda Api menjadi lambang semangat, keberanian, daya juang, dan optimisme di Tahun Kuda Api 2577, sekaligus menegaskan hubungan Indonesia dan Tiongkok yang terus berjalan berdampingan.

Irene menilai keharmonisan lintas budaya dalam perayaan Imlek di ruang publik mencerminkan kekuatan Indonesia dalam merawat keberagaman serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor dan negara.

Wang Siping menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival bertema Harmoni Imlek Nusantara. Ia menilai suasana yang tercipta hangat dan penuh kebersamaan, bahkan disebutnya mirip dengan perayaan di Tiongkok.

“Ini suasana sangat mirip dengan imlek di Tiongkok, ini juga intinya sama dengan yang disampaikan dengan ide filosofi Tiongkok tetap menjaga keharmonisan dan kebaikan antara satu dengan yang lain,” kata Wang Siping.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir turut menyoroti perayaan Imlek yang beriringan dengan Ramadan sebagai wujud harmoni antarbudaya dan antaragama di Indonesia. Menurutnya, situasi tersebut menjadi kekuatan tersendiri yang membuat Indonesia dihargai dunia.

“Ini adalah sesuatu yang sangat berharga, negara-negara luar melihat sebagai kekuatan Indonesia. Di sini lah Indonesia dihargai, di sini lah Indonesia menjadi suatu contoh perbedaan dari budaya dan kepercayaan tapi justru itu yang menjadi kekuatan Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Indonesia Dukung Langkah Palestina, Kantor Penghubung Board of Peace Resmi Dibentuk

Festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni dan pelibatan talenta Indonesia, termasuk penyanyi Indah Kus yang pernah menembus ajang pencarian bakat di Tiongkok.

Momentum tersebut menegaskan bahwa kolaborasi budaya bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi strategis untuk membangun kepercayaan dan mempererat kerja sama Indonesia–Tiongkok secara berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X