Desa Sekumur Belum Pulih, Rumah Hancur dan Ladang Rusak

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 9 Februari 2026 | 14:07 WIB
Kondisi terbaru Desa Sekumur, Aceh Tamiang setelah hampir 3 bulan pascabanjir. (Dok. Instagram/waracantika06)
Kondisi terbaru Desa Sekumur, Aceh Tamiang setelah hampir 3 bulan pascabanjir. (Dok. Instagram/waracantika06)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Warga Desa Sekumur, Aceh Tamiang, masih berharap bantuan pascabanjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan tinggal di tenda darurat karena rumah mereka rusak parah bahkan hanyut terbawa arus.

Desa Sekumur menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling berat dalam bencana tersebut. Banjir datang dengan arus kuat disertai gelondongan kayu yang menghantam permukiman warga. Menjelang bulan Ramadan yang akan tiba dalam beberapa hari ke depan, warga mengaku masih menghadapi kondisi sulit.

Baca Juga: Kebakaran Laundry di Bandung, Evakuasi Kakek dan Cucu Jadi Sorotan

Kondisi terkini desa itu terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @waracantika06 pada Minggu, 8 Februari 2026. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, deretan tenda masih berdiri sebagai tempat tinggal sementara warga.

“8 Februari 2026, mana yang bilang Sekumur baik-baik saja? Ini rumah hancur dan ini tenda tempat tinggal kami sekarang, 3 bulan pascabanjir,” ucap warga dalam video tersebut.

“Kami masih tidur di tenda, kami masih kepanasan, bayangkan bagaimana nanti kami bulan puasa masih tidur di dalam tenda,” imbuhnya.

Selama tinggal di tenda darurat, warga harus menghadapi suhu panas pada siang hari dan udara dingin saat malam. Kondisi ekonomi mereka juga terdampak karena ladang sebagai sumber penghasilan rusak akibat banjir.

“Kenapa kami nggak buat tenda yang lebih kayak? Dari mana kami buat yang lebih layak sedangkan mata pencaharian kami, ladang kami semua hancur,” imbuhnya.

Di sisi lain, sisa-sisa bencana masih terlihat di Desa Sekumur. Tumpukan kayu berukuran besar masih berserakan di beberapa titik. Sebagian kayu telah dipotong warga untuk dijadikan bahan papan bangunan, meski terkendala biaya pemotongan.

“Kayunya lumayan besar, kemarin yang besar-besar ini di situ, tapi dipotong warga karena banyak anak-anak yang main, takut jatuh,” ujarnya.

Baca Juga: CCTV Krendang Selatan Bikin Heboh, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

“Ini tinggal tapak rumah, rumah kami rata-rata hancur. Itu semua juga kayu, pokoknya di Sekumur ini banyak kayu di sini” lanjutnya.

Warga juga menyebut hingga saat ini belum ada pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Desa Sekumur.

“Belum ada hunian sementara di Desa Sekumur. Kami semua masih tinggal di dalam tenda,” tegasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X