PONTIANAKGLOBE.COM, PIDIE JAYA -- Dua bulan telah berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera. Meski air telah surut, ingatan tentang detik-detik bertahan hidup saat bencana masih melekat kuat di benak warga terdampak.
Salah satu kisah datang dari Pidie Jaya, Aceh. Seorang warga menceritakan bagaimana dirinya bersama keluarga harus bertahan di atas atap rumah ketika banjir menenggelamkan permukiman mereka. Kisah itu dibagikan melalui video yang diunggah akun Instagram @robi16.official.
Baca Juga: PDAM Lumpuh Usai Banjir, Warga Sidodadi Terpaksa Jalan Jauh Demi Air
Dalam kondisi terjebak, mereka mengaku harus menahan lapar dan haus selama berhari-hari.
“Tiga hari kami nggak minum, udah lapar semua ini, anak-anak udan nangis-nangis,” ucap warga tersebut, dikutip pada Selasa, 27 Januari 2026.
Anak-anak yang ikut menyelamatkan diri saat itu juga mengalami kondisi fisik yang melemah akibat tidak makan dan minum.
“DIbilang anak-anak pening, padahal dia lapar. Bilangnya sakit kepala kan,” sambungnya.
Menurut pengakuannya, mereka sama sekali tidak bisa turun dari atap rumah karena air masih sangat dalam. Bahkan untuk menampung air hujan pun tidak memungkinkan dilakukan.
“Nggak bisa turun, karena di dalam ini airnya dalam, mau menampung air hujan juga nggak bisa,” lanjutnya.
Warga tersebut juga mengaku tak pernah membayangkan banjir akan berlangsung selama itu. Biasanya, air akan surut dalam satu hari. Namun kali ini, banjir justru bertahan berhari-hari.
“Kami pikir hari itu udah kiamat, karena biasanya kan satu hari, besoknya udah surut airnya. Ini berhari-hari,” katanya.
Baca Juga: Banjir Susulan Berjam-jam Terjang Penakir, Warga Baru Mengungsi Saat Siang
Selama tiga hari empat malam, mereka terjebak dalam kondisi basah tanpa bisa berganti pakaian, tubuh mulai melemah, dan perut terasa kembung.
“3 hari 4 malam kami basah kuyup, nggak ada ganti-ganti baju. Udah kembung perutnya, udah lemah berangin,” tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Untuk keempat kalinya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung sejak 23 hingga 29 Januari 2026.
Artikel Terkait
Pascabanjir Pidie Jaya, Warga Kewalahan Hadapi Lumpur Setinggi Rumah
Rumah Hancur, Bantuan Hilang: Kisah Pilu Warga Pidie Jaya Pascabanjir
Jalan Putus dan Jembatan Runtuh, Warga Aceh Tengah Terpaksa Seberang Sungai Pakai Tali Sling
Lumpur Masih Menggunung di Pidie Jaya Meski Banjir Sudah Berlalu Hampir Dua Bulan
Hampir 2 Bulan Pascabanjir Aceh, Dusun Sarah Raja Masih Terisolasi Tanpa Listrik dan Air Bersih
Sawah Tertimbun Lumpur Setinggi Pinggang, Petani Aceh Utara Tetap Tanam Padi