9 Hari Pencarian, Pendaki Magelang di Gunung Slamet Belum Ditemukan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Januari 2026 | 20:54 WIB
Proses pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan. (Dok. Instagram/paicongalvaro17)
Proses pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan. (Dok. Instagram/paicongalvaro17)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAGELANG -- Operasi pencarian terhadap pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang hilang di Gunung Slamet, resmi dihentikan. Tim SAR gabungan menutup pencarian setelah berlangsung selama sembilan hari sejak Ali dinyatakan hilang pada Minggu, 28 Desember 2025.

Selama proses pencarian, sekitar 70 personel diterjunkan untuk menyisir berbagai jalur dan titik rawan di Gunung Slamet. Unsur yang terlibat berasal dari Basarnas, tim SAR daerah, hingga relawan dengan kualifikasi khusus sesuai standar pencarian di medan ekstrem.

Baca Juga: Ahli Taktik dan Motivator, Ini Alasan Binder Yakin pada Herdman

Sebelumnya, operasi SAR sempat dihentikan pada hari ketujuh, Senin, 5 Januari 2026, karena belum ditemukan petunjuk berarti terkait keberadaan Ali. Namun, pencarian kemudian diperpanjang selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 6–7 Januari 2026, dengan memperluas area penyisiran.

Meski operasi resmi telah ditutup, upaya pencarian tidak sepenuhnya berhenti. Peluang pencarian secara mandiri masih terbuka dengan koordinasi bersama pihak basecamp pendakian.

“Operasi SAR gabungan secara resmi ditutup pada 7 Januari 2026. Kami memahami duka yang Bapak/Ibu rasakan di setiap langkah pencarian, hati kami selalu bersama keluarga,” tulis Faiq Muzayin, salah satu pendaki yang terlibat dalam operasi pencarian, melalui akun Instagram @faiqqmuzayin, Rabu, 7 Januari 2026.

“Walau hasil belum berpihak, ikhtiar dan doa tidak pernah berhenti,” lanjutnya.

Dalam keterangan yang sama, disebutkan bahwa pencarian lanjutan secara mandiri masih diperbolehkan selama dilakukan dengan komunikasi dan koordinasi bersama pihak basecamp.

“Untuk di atas tanggal 7 Januari itu, pemantauan dan boleh untuk penyisiran jika rekan-rekan ingin ikut andil, yang penting dikomunikasikan dengan pihak basecamp,” sambungnya.

Pemerintah Kota Magelang juga menyatakan dukungan terhadap upaya pencarian lanjutan. Melalui keterangan resminya, Pemkot Magelang memastikan bantuan logistik tetap diberikan sebagai bentuk empati dan solidaritas.

“Walaupun tidak diminta, kami tetap membantu. Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami kepada keluarga dan semua pihak yang masih berupaya mencari,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.

Diketahui, Ali merupakan anak dari salah satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang. Sang ayah juga sempat terlibat langsung dalam proses pencarian di Gunung Slamet.

Ali dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap pada 27 Desember 2025.

Baca Juga: Curahan Hati Pak Reje Aceh Tengah Bikin Salim A Fillah Terpukul

Dalam perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki sehingga Ali memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Sejak saat itu, Ali tak lagi bisa dihubungi. Himawan kemudian ditemukan oleh tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, di sekitar pos 9 dalam kondisi lemas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X