Terjatuh ke Jurang 200 Meter, Pendaki Asal Brasil Dievakuasi dari Gunung Rinjani

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 25 Juni 2025 | 14:53 WIB
Proses evakuasi jenazah pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani. (Instagram @btn_gn_rinjani)
Proses evakuasi jenazah pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani. (Instagram @btn_gn_rinjani)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani, dilanjutkan pada Rabu pagi, 25 Juni 2025, setelah sempat tertunda akibat cuaca buruk sehari sebelumnya.

“Evakuasi korban akan dilakukan Rabu, pukul 06.00 WITA,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan 2.000 Liquid Vape Narkoba dari Malaysia, Pengendali Masih Buron

Jenazah Juliana akan diangkat menggunakan metode lifting dari lokasi jatuh, kemudian dibawa menyusuri jalur pendakian menuju posko Sembalun dengan tandu.

Setelah tiba di posko, jenazah direncanakan langsung diterbangkan ke RS Bhayangkara Polda NTB menggunakan helikopter.

“Semoga proses evakuasi dapat berjalan lancar dan aman,” tambah Syafii.

Juliana Marins dilaporkan jatuh ke jurang sedalam 150–200 meter di titik Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani, pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Baca Juga: Polisi Bongkar Modus Fake BTS, Hacker Malaysia Kirim 15 Ribu SMS Phishing di Jakarta

Ia mendaki melalui jalur Sembalun sehari sebelumnya bersama 12 pendaki lainnya. Insiden terjadi tak lama setelah rombongan melewati kawasan Danau Segara Anak.

Tim SAR menemukan Juliana dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa, 24 Juni, setelah pencarian intensif selama beberapa hari.

Gunung Rinjani dikenal memiliki cuaca ekstrem dan berubah cepat, terutama di jalur puncak dan sekitar Danau Segara Anak.

Baca Juga: Usai Dimas Anggara Minta Maaf ke Kiesha Alvaro, Pasha Ungu: Insya Allah Semua Ada Hikmahnya

Kondisi ini kerap menyulitkan proses evakuasi, khususnya di medan terjal seperti jurang dan tebing.

Tragedi yang menimpa Juliana Marins menjadi sorotan internasional dan mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan serta kesiapan keselamatan dalam pendakian gunung, khususnya bagi wisatawan asing yang menjelajahi jalur ekstrem di Indonesia. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X