PONTIANAKGLOBE.COM, MAGELANG -- Upaya pencarian pendaki Gunung Slamet asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan oleh Basarnas bersama tim gabungan. Hingga kini, survivor tersebut belum ditemukan sejak dinyatakan hilang kontak pada Jumat, 27 Desember 2025.
Di media sosial, beredar berbagai dokumentasi yang memperlihatkan proses pencarian terhadap Syafiq. Basarnas mengerahkan sekitar 70 personel yang dibagi ke dalam empat tim untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik Gunung Slamet.
Baca Juga: Ammar Zoni Mengaku Disetrum di Rutan, Adiknya Buka Suara
Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur Basarnas dan relawan dengan kualifikasi yang telah disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan operasi pencarian.
Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan pada hari ketujuh, Senin (5/1/2026), karena belum membuahkan hasil. Namun, pencarian kembali dilanjutkan selama dua hari pada Selasa dan Rabu, 6–7 Januari 2026, dengan memperluas area penyisiran.
“Pencarian ananda Syafiq diperpanjang 2 hari, mohon bantuan tenaga dan doanya. Untuk yang bisa gabung, ditunggu di basecamp Dipajaya, mari dulur-dulur pendaki,” dikutip dari keterangan akun Instagram @gembelpendaki pada Selasa (6/1/2026).
Dalam proses pencarian ini, ayah Syafiq, Dhani Rusman, juga turut terlibat. Ia sempat berangkat dari Posko Jayadipa bersama para relawan pada Sabtu (2/1/2026).
Dhani dan rombongan awalnya direncanakan naik hingga pos 9. Namun, kondisi fisik serta informasi yang diperoleh di lapangan membuatnya harus kembali ke basecamp sebelum mencapai titik tersebut.
Pemerintah Kota Magelang menyatakan terus memberikan pendampingan kepada keluarga survivor. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa pihaknya aktif memantau perkembangan pencarian dan mendukung keluarga Syafiq.
“Kami dari Pemkot Magelang terus membersamai keluarga, terus memantau perkembangan. Kami juga baru saja melakukan penggalangan dana. Ali adalah putra dari salah satu staf Pemkot Magelang,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Magelang pada Selasa, 6 Januari 2026.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar diberikan yang terbaik. Walaupun SOP penyelamatan telah berakhir, kami tetap memantau,” imbuhnya.
Damar menyebutkan, dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk kebutuhan logistik dan dukungan lain bagi kelanjutan proses pencarian.
Baca Juga: Tali Sling Jadi Jalan ke Sekolah, Perjuangan Guru di Aceh Tengah Tuai Haru
Diketahui, Syafiq mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap pada 27 Desember 2025.
Saat berada di jalur pendakian, Himawan mengalami gangguan kesehatan. Syafiq kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Namun sejak saat itu, ia tidak lagi bisa dihubungi.
Artikel Terkait
Lilie Wijayati, Pendaki Senior yang Wafat di Carstensz Pyramid, Pernah Taklukkan 7 Puncak Tertinggi Indonesia
Terjatuh ke Jurang 200 Meter, Pendaki Asal Brasil Dievakuasi dari Gunung Rinjani
Evakuasi Dramatis Pendaki Swiss di Rinjani, Medan Terjal Ditembus Jalur Udara
Sedih! Pendaki Asal Bone Tewas di Bawakaraeng Usai Kibarkan Semangat Merah Putih
Gunung Gawalise Kembali Makan Korban, Pendaki Tewas Diduga Kelelahan Ekstrem
Dua Pendaki Hilang di Lembah Tengkorak, SAR Temukan Petunjuk Misterius di Jalur Turun