Banjir Usai, Hidup Belum Pulih: Cerita Sunyi Pengungsi Sumatera

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 26 Desember 2025 | 06:45 WIB
Cerita warga di Aceh Tamiang yang mulai merasa kelelahan mental hadapi situasi pascabanjir.  (Dok. Instagram/bayugawtama)
Cerita warga di Aceh Tamiang yang mulai merasa kelelahan mental hadapi situasi pascabanjir. (Dok. Instagram/bayugawtama)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa pendampingan trauma healing menjadi fokus utama, khususnya bagi perempuan, anak-anak, dan keluarga di pengungsian.

Program pemulihan mental dilakukan langsung di posko-posko terdampak, dibantu relawan dan komunitas masyarakat sipil yang turut bergerak secara swadaya.

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Desember 2025 mencatat korban jiwa akibat rangkaian bencana di tiga provinsi mencapai 1.129 orang, dengan 174 orang masih dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 496.293 jiwa.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perang Total terhadap Perampokan Kekayaan Negara

BNPB juga melaporkan bahwa 12 kabupaten dan kota telah memasuki masa transisi darurat, meski sejumlah daerah masih memperpanjang status tanggap darurat hingga 28 atau 30 Desember 2025.

Di balik angka dan laporan resmi, kelelahan mental para penyintas menjadi persoalan sunyi yang tak boleh diabaikan, karena pemulihan sejati bukan hanya soal membangun kembali rumah, tetapi juga memulihkan jiwa yang terluka.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X